logo rilis
Hanura dan PPP Terancam Melewatkan Pesta Rakyat Lima Tahunan
Kontributor
RILIS.ID
19 Januari 2018, 21:03 WIB
Hanura dan PPP Terancam Melewatkan Pesta Rakyat Lima Tahunan

Oleh Andrianto
Pengamat Politik dari Garuda Nusantara Center

FENOMENA konflik di sejumlah partai politik belakangan ini sangat mengkhawatirkan dari sisi konsolidasi demokrasi. Parpol sudah menjelma menjadi kepentingan elite sehingga berjarak dengan kepentingan konstituen dan rakyat banyak. 

Akhirnya, terbelahlah parpol seperti yang sekarang menimpa Partai Hanura. Partai yang jelas-jelas dimiliki Menkopolkam Wiranto saja rawan konflik bagaimana dengan parpol lain. Mungkin hanya Golkar yang konflik tetapi berakhir manis dan happy.

Lain halya yang terjadi dengan parpol tertua di Indonesia yaitu PPP yang berkonflik sudah tiga tahun ini dan tidak berkesudahan anntara kubu Romomahurmuziy dan Djan Faridz. Sungguh disayangkan bila PPP yang berselimutkan azas Islam dan berkonstituen umat Islam bisa tercerai-berai.

Jika menyimak PPP, memang sudah dari awal ada bau amis intervensi yang melibatkan Kemenhukham. Sanngat terasa ada pemihakan kepada salah satu kubu. Kemenkumham lebih 'berpihak' kepada kelompok Romahurmuziy yang berada di gerbong pemerintah berkuasa.

Kubu Romahurmuziy seperti membebek, mulai dari soal penentuan presidential threshold (PT), Perppu Ormas, Pilkada DKI Jakarta dan Pilgub Sumatra Utara yang jauh dari aspirasi umat.

Dari dua kasus sengketa internal parpol perlu segera dipikirkan untuk membuat konsideran baru (perubahan UU) bahwa yang memberi legitimasi seharusnya bukan wilayah eksekutif yang rawan kepentingan penguasa. Mungkinn harus mencontoh ke negara-negara Barat yang menyerahkan kewenangan pemberian surat keputusan bagi parpol itu Mahkamah Agung (MA).

Waktu tersisa tinggal hitungan bulan. Bila konflik Hanura dan PPP tidak juga terselesaikan, otomatis kedua partai itu bakal melewatkan pesta lima tahunan yang kompetitif. Sekalipun bisa ikut pemilu sulit dibayangkan kedua partai ini dapat mengemban amanah rakyat dan umat. Lha, ngurus dirinya sendiri saja gagap.

Kini saatnya, Presiden Jokowi melalui kewenangannya untuk segera bertindak. Konflik kedua partai ini harus segera disudahi dengan kesetaraan dan keadilan. Sangat lucu, bila dalam kepemimpinan Jokowi, Hanura dan PPP terkubur dan hanya menonton Pemilu 2019 dari luar gelanggang atau paling bagus menjadi penghuni tribun penonton.


#konflik parpol
#hanura
#ppp
#opini
#pemilu 2019
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)