Home » Peristiwa » Dunia

Hamas: AS Deklarasikan Perang, Rakyat Palestina Bersiap Intifadah

print this page Kamis, 7/12/2017 | 19:33

FOTO: Al Jazeera

RILIS.ID, Gaza— Pemimpin Hamas Ismail Haniya mengeluarkan pernyataan keras merespons kebijakan terakhir Amerika Serikat (AS) di Yerusalem. Haniyah mengartikan, pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota baru Israel sama saja mengumandangkan perang terhadap Palestina.

"Keputusan AS sama saja agresi. Mengakui Yerusalem sebagai ibu kota baru Israel adalah deklarasi perang terhadap rakyat Palestina," ujar Haniya, Kamis (7/12/2017) seperti dilansir dari media Timur Tengah, Al Jazeera.

Selain itu, kebijakan AS ini juga telah membangkitkan amarah rakyat Palestina.

Kebijakan sepihak AS terkait status Yerusalem seakan meniadakan keberadaan bangsa Arab yang telah ribuan tahun menetap di Kota Suci itu. Terlebih lagi, Yerusalem dalam keyakinannya memiliki nilai histo-religius yang erat dengan bangsa Palestina.

"Hari ini kita menghadapi masalah serius mengenai sejarah Palestina. Dan inti masalah itu adalah Yerusalem. Masalah besar terhadap sejarah Arab dan ummat Islam setelah AS membuat keputusan sepihak. Yerusalem, seluruh Yerusalem adalah milik kita," ucapnya.

Seperti diketahui, Hamas merupakan faksi di Palestina yang mengangkat senjata terhadap penjajahan Israel. Haniyah melihat, kebijakan AS ini telah menginjak-nginjak kehormatan Palestina sebagai suatu bangsa dan negara. Ia pun menyerukan seluruh faksi dan rakyat Palestina bersatu bersiap memecahkan "Intifadah" (perlawan) ketiga.

"Kami akan menggelar intifadah di wajah musuh kami Zionis. Semua kelompok di Palestina segera bersatu untuk mengatur strategi menghadapi penjajahan dan kebijakan AS di tanah Palestina," serunya.

Sementara itu, Sekjen Inisiatif Nasional Palestina Mustafa Barghouti menyambut kebijakan Trump di Yerusalem itu dengan respons yang senada dengan Hamas. Ia menyatakan telah siap dengan kemungkinan meletusnya kembali perang antara Israel-AS melawan rakyat Palestina.

"Israel telah memutuskan ingin mencaplok semuanya (wilayah Palestina). Mereka menginginkan semua wilayah Palestina? Baiklah! Kita juga akan berperang untuk itu," tegas Mustafa. 

Penulis Syahrain F
Editor Eroby JF

Tags:

HamasYerusalemIsmail HaniyaPalestinaIsrael