logo rilis

Hakim Pandang Setya Novanto Masih Setengah Hati Ungkap Kasus e-KTP
Kontributor
Tari Oktaviani
22 Maret 2018, 16:13 WIB
Hakim Pandang Setya Novanto Masih Setengah Hati Ungkap Kasus e-KTP
Setya Novanto. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Yanto, meragukan Setya Novanto bisa menjadi Justice Collaborator (JC) dalam kasus dugaan korupsi e-KTP.

Pasalnya, ia menilai keterangan Novanto dalam pemeriksaan terdakwa kali ini setengah hati.

"Pelaku ikut melakukan tapi ini keterangan Anda masih setengah hati. Artinya tatkala ini mengarah lain betul-betul, tapi keterangan anda sama dengan keterangan Andi mengarah saudara bilang tidak tahu, kita kaitkan permohonan saudara ini," kata Yanto kepada Novanto di persidangan tindak pidana korupsi, Jakarta, Kamis (22/3/2018).

Ia pun menanyakan Novanto terkait kerelaannya menjadi JC. Sebab, Yanto mengingatkan, setiap JC harus ikhlas dan mengakui perbuatannya.

"Ini permohonan anda jelas memohon disini juga harus ikhlas dan lepas?” tanya Yantoz

Lalu Novanto pun mengaku ikhlas. Ia mengatakan sesalnya sekaligus menyayangkan sebab kedekatannya dengan beberapa pengusaha telah dimanfaatkan untuk mendapat keuntungan.

"Padahal awalnya saya hanya memposisikan diri sebagai penengah saat mereka bertikai itu kesalahan saya karena lengah padahal saya hanya ingin dukung program prioritas pemerintah supaya sukses tapi akhirnya saya malah terseret jauh dengan pesoalan ini," papar Novanto.

Lebih jauh, pria yang merupakan mantan Ketua DPR itu memohon kepada majelis hakim dan KPK untuk mengabulkan permohonan JC-nya.

"Selain itu saya sungguh-sungguh memohon KPK melalui JPU agar mempertimbangkan saya justice collaborator dan sekali lagi minta maaf seluryh masyarkat indonesia dan DPR," katanya.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)