logo rilis

Hakim Beberkan Peran Novanto
Kontributor
Tari Oktaviani
24 April 2018, 12:16 WIB
Hakim Beberkan Peran Novanto
Terdakwa Korupsi e-KTP Setya Novanto. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, mengatakan, Setya Novanto berperan sebagai pihak yang mengenalkan pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong dengan beberapa pimpinan baik itu di fraksi maupun komisi di DPR RI saat proyek e-KTP tersebut bergulir. 

Menurut Ansyori Syarifudin, ini lantaran pada awalnya Novanto memperkenalkan Andi Narogong kepada Mirwan Amir yang saat itu menjabat sebagai pimpinan Fraksi Partai Demokrat di DPR RI. 

"Pertemuan Setnov dengan Andi Narogong di DPR diperkenalkan dengan Mirwan Amir dari Fraksi Demokrat. Ketika itu, Setnov menyampaikan bahwa ini seorang pengusaha (Andi Narogong) yang ingin ikut e-KTP proyek, yang minta koordinasi," kata Hakim Ansyori dalam persidangan, Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Lalu, hakim juga menyebut bahwa Novanto juga turut mengenalkan Andi Narogong kepada pimpinan Komisi II DPR Chairuman Harahap. Tak tanggubg-tanggung, Hakim juga menyatakan bahwa, dalam pertemuan tersebut dibahas soal jatah fee kepada DPR RI. 

"Kemudiaan dilakukan di ruangan Chairuman Harahap dan bersedia berikan fee Komisi II DPR RI guna permudah anggaran," tutur Hakim. 

Sebelumnya, Setnov dituntut jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dengan hukuman 16 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan. 

Selain itu, mantan Ketua Umum Partai Golkar itu juga dituntut membayar uang pengganti sebesar US$7,4juta dikurangi uang yang telah dikembalikan Rp5 miliar subsider 3 tahun. Tuntutan lain, jaksa KPK meminta agar hakim menjatuhkan pidana tambahan berupa mencabut Setnov dalam menduduki jabatan publik selama 5 tahun.

Setnov dinilai terbukti melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)