logo rilis
Hadirkan Ketua Peradi, Jaksa Bersitegang dengan Fredrich
Kontributor
Tari Oktaviani
18 Mei 2018, 16:01 WIB
Hadirkan Ketua Peradi, Jaksa Bersitegang dengan Fredrich
Mantan kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi, duduk di kursi terdakwa dalam sidang kasus dugaan merintangi penyidikan Setya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, 5 Maret 2018. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) sempat bersitegang dengan terdakwa dugaan merintangi penyidikan e-KTP, Fredrich Yunadi, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (18/5/2018). Hal itu, dipicu saksi yang dihadirkan Fredrich.

Mantan kuasa hukum Setya Novanto itu menghadirkan Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Fauzi Yusuf Hasibuan. Jaksa menolaknya, lantaran Fauzi dan Fredrich berada dalam organisasi sama. Sehingga, dikhawatirkan terjadi konflik kepentingan.

"Keberatan terhadap adanya advokat, karena satu profesi dengan yang bersangkutan. Bisa conflict of interest. Kami tidak tahu apa keahlian yang akan disampaikan oleh Ahmad Yani dan juga Fauzan Hasibuan, yang satu organisasi dengan terdakwa," ujar Jaksa Roy sela sidang, beberapa saat lalu.

Jaksa KPU juga menyinggung terkait proses kode etik advokat yang sedang dilakukan Peradi. Menurut Roy, hal itu akan mempengaruhi keterangan saksi dalam sidang.

Sejurus kemudian, Fredrich tersinggung. Baginya, jaksa tak berhak untuk menyampuri urusan internal organsisasinya.

"Kami keberatan atas penghinaan JPU, bahwa saya diproses kode etik. Itu internal. Sampai saat ini, kami masih anggota Peradi," jelasnya.

Fredrich juga menjelaskan, Fauzi yang dihadirkan membawahi ribuan advokat. Sehingga, dianggap bisa menjelaskan batasan mana seorang advokat boleh membela kliennya.

"Bagaiamana imunitas advokat, beliau yang bawahi Majelis Kehormatan. Beliau juga sebagai dosen, guru besar. Lihat keahliannya. Apa enggak boleh jadi ahli, kalau punya keahlian di bidang tertentu?" tanya Fredrich.

Akhirnya, hakim mengizinkan Fauzi menjadi saksi meringankan untuk Fredrich. Alasannya, semua akan terkuak di bawah sumpah.

"Keberatan JPU kami catat, tapi semua akan kami periksa sebagai ahli dan akan kami sumpah," ucap hakim.

Dalam kasus ini, Fredrich Yunadi bersama dokter Bimanesh Sutardjo didakwa merintangi penyidikan kasus dugaan korupsi e-KTP terhadap Setya. Keduanya diduga memanipulasi data medis, agar Setya bisa dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, November 2017, dan terhindar dari pemeriksaan KPK.

Editor: Fatah H Sidik


500
komentar (0)