Home » Peristiwa » Nasional

Hadi Purnomo dan Budi Gunawan Menang Praperadilan, Setya Novanto kok...

print this page Kamis, 23/11/2017 | 17:48

Tersangka korupsi KTP elektronik Setya Novanto/ FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Kuasa Hukum Setya Novanto, Otto Hasibuan mengatakan, ada ketidakadilan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap kliennya. Meskipun telah memenangi praperadilan penetapan tersangkanya yang pertama namun KPK tetap menyidik kembali untuk kedua kalinya.

Dia pun berkaca pada kasus yang menimpa mantan Dirjen Pajak Hadi Purnomo dan mantan Wakapolri Budi Gunawan, KPK tak menjerat kembali keduanya sebagai tersangka meskipun yang bersangkutan sudah memenangi praperadilan.

"Kalau Setya Novanto, menang kalah menang kalah dibuka lalu sampai kapan. Berarti ada ketidakberesan dalam proses hukum kan," katanya di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (23/11/2017).

Dia pun berharap agar penyidik KPK bisa mendapat sanksi bila terbukti melakukan ketidakadilan. Atau setidaknya, KPK harus membebaskan Setya Novanto dari status sebagai tersangka.

"Saya nggak katakan bahwa sanksinya itu dia (penyidik) harus diturunkan pangkatnya atau tidak. Sanksi paling logis kalau dia sudah kalah, salah dalam proses hukum ya orang itu harus diuntungkan. Tersangka itu harus bebas. Itulah konsekuensi logis dalam proses peradilan yang fair," paparnya.

Otto menyampaikan, hukum acara harus diperlakukan sama bagi semua orang. Termasuk kepada kliennya, Setya Novanto. Dengan kata lain bila Hadi Purnomo dan Budi Gunawan bisa bebas setelah menang praperadilan maka Novanto juga harus mendapat perlakuan yang sama.

"Nah sekarang coba jangan berpikir dari KPK saja tapi dari kepentingan masyarakat umum. Kalau Anda diperlakukan seperti itu terima tidak kira-kira gitu," tutupnya.

Penulis Tari Oktaviani
Editor Yayat R Cipasang

Tags:

setya novanto setya novanto dicekal kpk ktp elektronik