logo rilis
Hadapi Taktik Kejutan Belgia, Ini Strategi Pelatih Prancis
Kontributor
Kurniati
10 Juli 2018, 11:45 WIB
Hadapi Taktik Kejutan Belgia, Ini Strategi Pelatih Prancis
Pelatih Prancis, Didier Deschamps. FOTO: Instagram/@deschamps.officiel

RILIS.ID, Jakarta— Pelatih Prancis, Didier Deschamps, telah menyiapkan para pemainnya untuk menghadapi setiap taktik kejutan dari tim Belgia yang dilatih Roberto Martinez, yang mungkin saja dimunculkan saat menghadapi timnya, pada semifinal Piala Dunia di St Petersburg, Selasa (10/7/2018).

Menurut Deschamps, Belgia merupakan pencetak gol terbanyak di turnamen kali ini dan Martinez membuat kejutan dengan mengubah susunan pemainnya di babak perempat final saat melawan Brasil, dengan memindahkan posisi Romelu Lukaku ke luar sehingga Kevin de Bruyne bisa beroperasi sebagai "false nine".

Strategi itu bekerja dan terlihat Belgia mampu menetralkan lini tengah Brazil sehingga Lukaku dan Eden Hazard sepenuhnya bisa mendapatkan umpan-umpan di lini depan.

De Bruyne, kata Deschamps, juga mendapat keuntungan dari ruang terbuka di lini tengah saat bek tengah Brazil dipaksa mengatasi ancaman itu dan dia mampu mencetak gol pertamanya di turnamen Piala Dunia saat kemenangan 2-1.

Dengan Thomas Meunier diskors untuk babak semifinal, Martinez pasti membuat setidaknya satu perubahan.

"Belgia tidak datang ke sini secara kebetulan. Mereka memainkan pertandingan hebat melawan Brazil dengan rencana permainan tertentu," kata Deschamps.

"Apakah mereka akan melakukan hal yang sama untuk kita? Mungkin saja," ungkap pelatih berusia 49 tahun ini.

Ia melanjutkan, tim Blgia siap menyerang dan mereka khusus menjaga kualitas itu. Tapi melawan Brazil, Martinez meningkatkan lini tengah dan pemain-pemain Brazil tidak mampu memenangkan koridor itu.

"Mereka menyerang sangat cepat. Jadi saya telah memastikan bahwa pemain saya siap untuk skenario apa pun sejak awal pertandingan dan juga selama pertandingan jika strategi itu berubah," kata Deschamps.

Martinez telah mendapat manfaat dari pondasi kuat yang diwarisi Marc Wilmots, pelatih yang dipecat setelah Belgia kalah dari Wales di perempatfinal Euro 2016.

"Saya tidak ingin menyinggung Martinez tetapi tentu saja dia mendapat manfaat dari kerja Wilmots, terlepas dari fakta bahwa Wales menyingkirkan tim itu," kata Deschamps.

"Dia mengubah sedikit hal dengan menempatkan cirinya sendiri di tim, tetapi dia memiliki potensi besar dengan kelompok pemain ini. Saya tidak tahu apakah dia akan melakukannya, tapi saya mengucapkan selamat kepadanya karena berada di semifinal bahkan meskipun dia akan menghadapi kita, tambahnya.

Pemain depan Perancis, Kylian Mbappe, tidak hadir pada 15 menit pertama pelatihan terbuka untuk media, tetapi Deschamps mengatakan dia memiliki skuad penuh untuk dipilih.

"Tidak ada pemain yang harus menepi, meskipun kami mengistirahatkan empat pemain hari ini. Itu adalah tindakan pencegahan," tambah pelatih Deschamps

Kedua tim sebelumnya telah bertemu 73 kali, dengan Belgia menang pada 30 kesempatan, Prancis 24 kali menang dan 19 pertandingan berakhir imbang.

Mereka terakhir bertemu dalam pertandingan persahabatan pada tahun 2015 dan sejumlah pemain Belgia dan Prancis merupakan rekan satu tim di level klub.

Hazard dan kiper Thibaut Courtois berbaris melawan rekan satu tim di Chelsea Ngolo Kante dan Olivier Giroud, sementara Paul Pogba menghadapi rekan-rekannya di Manchester United Marouane Fellaini dan Lukaku.

"Kami tahu mereka dan mereka sangat mengenal kami," kata Deschamps. 

Ini aneh karena ada banyak pemain di tim saya yang akan menghadapi rekan satu tim klub mereka sendiri. Ini merupakan keuntungan bagi kedua tim, tetapi kami akan memanfaatkan setiap kesempatan untuk mencapai final, katanya.
 

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)