Home » Peristiwa » Nasional

Hadapi Era Persaingan Baru, Kemenhan Bersinergi dengan NU

Rabu, 13/9/2017 | 22:59

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (kiri) diskusi bersama Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyatakan, Indonesia kini memasuki era persaingan globalisasi baru akibat pola perubahan.

"Bbentuk persaingan yang dinamis ini dapat berdampak terhadap perubahan sistem politik, hukum, mental dan budaya, serta penghayatan terhadap ideologi suatu bangsa," ujarnya di Sekretariat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Jika Indonesia kalah dan gagal dalam persaingan global tersebu, sambung mantan Kepala Staf TNI AD (KSAD) itu, eksistensi dan keutuhan negara bakal terancam.

"Karena dalam persaingan globalisasi, yang kuat keluar sebagai pemenang dan menjadi pemimpin serta pasti akan menjajah. Sementara yang lemah, akan kalah dan menjadi pecundang dan akan terus terjajah," jelasnya.

Hal ini menjadi dasar Kementerian Pertahanan (Kemenhan) bersinergi dengan PBNU dalam rangka memperkuat pertahanan dan kedaulatan bangsa. 

"Kita juga mendorong u​​paya transfer of tecnology (ToT) Kemenhan untuk mewujudkan kemandirian industri dalam negeri," sambung lulusan akademi militer (akmil) 1974 itu.

Pada kesempatan sama, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Hery Haryanto Azumi, sepakat dengan yang disampaikan Ryamizard.

"Upaya memperkuat pertahanan dan kedaulatan bangsa memang tidak bisa dikerjakan satu kelompok, butuh upaya semua elemen bangsa," katanya.

"NU memang punya tanggung jawab itu, namun tentu harus didukung semua pihak," tutup Hery.

Penulis Fatah H Sidik

Tags:

Kementerian PertahananRyamizard RyacuduPBNU

loading...