logo rilis

Habis Pertemuan, Kim Bilang ke Trump: Ini Seperti Adegan Film Fiksi
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
12 Juni 2018, 14:05 WIB
Habis Pertemuan, Kim Bilang ke Trump: Ini Seperti Adegan Film Fiksi
Presiden AS Donald Trump dan Pimpinan Korut Kim Jong Un. FOTO: Dailystar

RILIS.ID, Singapura— Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengaku bahwa dirinya menjalin hubungan baik dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pada awal pertemuan di Singapura.

Keduannya bertemu mencari ara untuk mengakhiri kebuntuan pembicaraan soal nuklir di semenanjung Korea. Jika berhasil membuat terobosan diplomatik, maka akan membawa perubahan yang langgeng ke lanskap keamanan Asia Timur Laut.

"Akan ada tantangan ke depan depan," kata Kim soal hasil pertemuannya dengan Trump.

Namun, dia berjanji untuk bekerja dengan Trump. Kedua pria itu duduk bersama satu sama lain dengan latar belakang bendera Korut dan AS, dengan wajah Kim berseri-seri saat presiden AS memberinya acungan jempol.

Perang Korea 1950-1953 secara teknis masih berlangsung, karena konflik, di mana jutaan orang meninggal, di akhiri hanya dengan gencatan senjata.

Kedua pria itu tampak serius ketika mereka keluar dari limusin mereka untuk pertemuan puncak di Hotel Capella di Sentosa, Singapura, sebuah pulau resor dengan hotel mewah, kasino, pantai buatan manusia dan taman hiburan "Universal Studios."

Namun, mereka segera tersenyum dan berpelukan satu sama lain, sebelum Trump membimbing Kim ke perpustakaan di mana mereka mengadakan pertemuan hanya dengan penerjemah mereka.

Setelah beberapa perbincangan awal yang berlangsung sekitar 40 menit, Trump dan Kim muncul, berjalan berdampingan melalui hotel yang bergaya era kolonial sebelum masuk kembali ke ruang rapat, di mana mereka bergabung dengan pejabat lainnya.

Kim terdengar mengatakan kepada Trump melalui seorang penerjemah, "Saya pikir seluruh dunia sedang menyaksikan momen ini. Banyak orang di dunia akan menganggap ini sebagai adegan dari fantasi, film fiksi ilmiah."

Ditanya oleh reporter bagaimana pertemuan itu berlangsung, Trump mengatakan, "Sangat bagus. Sangat, sangat baik. Hubungan yang baik." Kim juga terdengar positif tentang prospek tersebut.

"Kami mengatasi semua jenis skeptisisme dan spekulasi tentang pertemuan puncak ini dan saya percaya bahwa ini baik untuk perdamaian," katanya.

"Saya percaya ini adalah awal yang baik untuk perdamaian," tambahnya.

Trump bergabung dengan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, Penasihat Keamanan Nasional John Bolton, dan John Kelly, Kepala Staf Gedung Putih, untuk pembicaraan yang berkembang, sementara tim Kim termasuk mantan kepala intelijen militer Kim Yong-chol, Menteri Luar Negeri Ri Yong-ho dan Ri Su-yong, wakil ketua Partai Buruh yang berkuasa.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)