logo rilis

Habib Rizieq Geram dengan Pernyataan Mahfud MD
Kontributor
RILIS.ID
02 Desember 2019, 19:02 WIB
Habib Rizieq Geram dengan Pernyataan Mahfud MD
Ketua FPI Habib Rizieq Shihab. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menepis pernyataan Menkopolhukam Mahfud MD yang menyebut bahwa dirinya tidak pernah melaporkan masalah kepulangannya ke Pemerintah Indonesia. Ia mengaku sudah berulang kali menghubungi otoritas Indonesia namun tak juga membuahkan hasil.

"Bahwa pada saat terjadi pencekalan pihak yang pertama kali saya hubungi dan saya beritahukan adalah pihak otoritas pemerintah Republik Indonesia," kata Rizieq, dalam pesan resminya, di Jakarta, Senin (2/12/2019).

Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, kata Rizieq memang sudah mengirim Ketua Pos Badan Intelijen Negara (BIN) yang ada di KBRI Riyadh kediamannya di kota Mekkah guna meminta keterangan Rizieq. 

"Bahkan, handphone dari pos BIN dari KBRI tersebut saya sempat bicara dengan Pak Dubes, saya sempat menawarkan Pak Dubes untuk mampir ke rumah saya untuk datang ke kota suci Mekkah," ujarnya.

Rizieq menyebut dirinya sudah banyak memberikan dokumen pribadi dan keterangan yang lengkap kepada utusan dari Pemerintah Indonesia tersebut. Untuk itu ia heran dengan alasan Mahfud MD yang menyebut dirinya tak pernah melapor ke otoritas RI.

"Apakah ini bukan laporan namanya?" Tanyanya heran.

Sebelumnya, Menkopolhukan Mahfud MD menyebut Rizieq tak pernah melapor ke pemerintah Indonesia.

"Rizieq sendiri tidak pernah lapor tentang masalahnya (ke Pemerintah Indonesia)," ujar Mahfud usai melakukan rapat koordinasi di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu (27/11/2019).

Menurit Mahfud, selama ini Rizieq hanya menceritakan permasalahannya lewat media sosial. Ia juga membantah bahwa pemerintah telah mencekalnya untuk pulang ke Indonesia.

"Ternyata memang tidak ada sama sekali pencekalan yang dilakukan pemerintah Indonesia. Tidak ada sama sekali," lanjut dia.

Oleh karenanya Pemerintah Indonesia kata Mahfud tidak bisa berbuat banyak untuk membantu kepulangannya dari Arab Saudi.

"Untuk itu kami tidak bisa berbuat apa-apa karena urusannya bukan dengan Pemerintah Indonesia sebetulnya," kata dia.

(Tari Oktaviani)

Editor: Elvi R




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID