logo rilis

H-1 Lebaran, Harga Cabai dan Bawang Terpantau Stabil
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
14 Juni 2018, 13:15 WIB
H-1 Lebaran, Harga Cabai dan Bawang Terpantau Stabil
Ilustrasi bumbu pasar. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILIS.ID, Jakarta— Pada H-1 lebaran, Kamis (14/6/2018) menjadi momen bagi para ibu rumah tangga. Mereka memasak, menyiapkan sajian makanan untuk menyambut kunjungan para tamu keesokan harinya.

Untungnya, Kementerian Pertanian (Kementan) melihat sejauh ini harga kebutuhan pokok masih stabil. Para ibu pastilah menyambut baik kabar ini.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, sedari awal puasa sudah menginstruksikan agar jajarannya dapat menjaga stok pangan, jangan sampai ada gejolak di masyarakat.

"Kita buat masyarakat tersenyum selama menjalankan ibadah puasa dan lebaran nanti," kata Amran dalam arahannya pada awal puasa waktu itu.

Iktikad tersebut ternyata benar-benar terlaksana. Seorang pengusaha catering asal Malang, Ibu Yanti, merasa senang karena harga aneka cabai dan bawang merah tidak naik sampe H-1 lebaran.

"Jadi, usaha catering yang saya rintis tetap lancar dengan harga jual terjangkau," kata dia.

Demikian pula Samul, pedagang sayur dari kota Batu, yang juga merasa tidak sulit melayani pelanggan karena pasokan cukup dan harga tidak bergejolak.

"Terima kasih pemerintah yang menjaga harga" tukas Samul dengan ringkas.

Uni Anak Salido, salah satu pedagang aneka bumbu dapur dan aneka cabai, bawang merah serta sayuran lainnya di pasar Perumnas Klender mengatakan, harga bumbu dapur menjelang lebaran H-2 dan H-1 lebih murah dibanding lebaran tahun lalu. 

Pasokan cukup banyak baik cabai keriting, cabai rawit, dan bawang merah, sehingga harganya lebih murah. "Alhamdulillah, harganya wajar," tambah dia.

Harga cabai, baik cabai keriting dan cabai rawit merah saat ini Rp40 ribu per kilogram, sedangkan lebaran tahun lalu di kisaran Rp70- 80 ribu.

Harga aneka cabai dan bawang merah juga tidak bergejolak di Karawang. Pasokannya di beberapa sentra utama cukup banyak bahkan surplus berlebih, sehingga harga di petani malah turun.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)