logo rilis
Gula Aren Kristal Petani, Mulai Rambah Pasar Online
Kontributor
Elvi R
18 Mei 2018, 12:15 WIB
Gula Aren Kristal Petani, Mulai Rambah Pasar Online
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Tabanan— Gula aren kristal yang diberi merek ”Sanda sugar” merupakan produksi Kelompok Wanita Tani (KWT) Srinadi, Desa Sanda, Kecamatan Pupuan-Tabanan. Secara legalitas produk KWT ini telah mendapat nomor Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan. Saat ini produk yang menggunakan bahan dasar 100 persen nira aren ini telah mendapat pasar khusus pada beberapa mini market di sekitar lokasi dan sering mengikuti berbagai pameran produk Usaha Kecil Menengah (UKM) mewakili Kabupaten Tabanan.

BPTP Bali memperkenalkan penggunaan teknologi Informasi kepada anggota KWT Srinadi untuk melakukan pemasaran produk mereka pada Rabu, 16 Mei 2018. Pada kesempatan itu Peneliti BPTP Bali, Dr. Ni Wayan Trisnawati mencontohkan gula aren kristal sanda sugar untuk diunggah pada salah satu situs jual beli online yang sudah terkenal. Menurutnya dengan ini pembeli dapat menemukan produk ini dengan cara mengetik kata kuncinya saja yaitu, gula aren kristal. Lebih lanjut Trisnawati menjelaskan pada situs online tersebut, gula aren KWT Srinadi dijual dengan ukuran dan harga yang bervariasi.

“yang ukuran kemasan 200 gram dibandrol dengan harga Rp 15.000 per bungkus, sedangkan untuk kemasan sachet 4 gram harganya Rp 6.500 per bungkus, berisi 15 sachet ukuran sekali pakai” jelasnya.

Ketua KWT Srinadi, I Ketut Srinasih dan seluruh anggota memberikan tanggapan positif mengenai pemasaran online produk mereka. “Selama ini kendala yang kami hadapi adalah pemasaran, produk kami selalu ready stock namun karena lokasi kami yang cukup jauh dari pusat perdagangan, menjadikan produk tidak dapat terdistribusi secara massif. Kalau sekarang bisa online, bahkan hanya perlu modal pulsa dan handphone kami pasti akan berusaha untuk terus belajar untuk mengembangkan pemasaran dan meningkatkan kualitas produk,” ungkapnya.

Sumber: Balitbangtan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)