logo rilis
Gubernur Anies Bakal Direpotkan Jokowi soal MRT, Kenapa?
Kontributor
Nailin In Saroh
27 Maret 2019, 11:00 WIB
Gubernur Anies Bakal Direpotkan Jokowi soal MRT, Kenapa?
Anggota Komisi V DPR Fraksi Gerindra, Bambang Haryo Soekartono

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Seokartono mengucap selamat kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan atas terealisasinya moda transportasi Moda Raya Terpadu (MRT) yang sudah beroprasi. 

Namun menurutnya, Gubernur Anies akan direpotkan untuk mengoneksikan dengan sejumlah moda transportasi lain. Sebab moda ini belum terkoneksi dengan moda transportasi massal lainnya lantaran perancangan awal yang kurang matang pada era gubernur sebelumnya.

"Selamat Pak Anies. Cuma MRT ini perlu dibenahi lagi, karena sudah terlanjur dalam perancangan yang salah dan serampangan. Perancangannya ini tidak terkoneksi dengan moda lainnya," ujar Bambang di Jakarta, Rabu (27/3/2019).

Karenanya, Bambang menilai, program MRT yang baru saja diresmikan oleh Presiden Joko Widodo baru-baru ini tidak bisa diklaim sebagai keberhasilan Jokowi sendiri sebagai mantan Gubernur DKI Jakarta.

Pasalnya, MRT sudah dirancang pembangunannya sejak era Gubernur Fauzi Wibowo. Dan kini, transportasi tersebut diselesaikan di era Gubernur Anies Baswedan.

Bambang, juga mengritik Jokowi yang ketika menjadi gubernur salah dalam merancang moda MRT. Akhirnya, Gubernur Anies sebagai penerusnya direpotkan bagaimana harus mengoneksikan dengan moda transportasi lain agar bisa dimanfaatkan warga Ibu Kota.

"Akhirnya, Pak Anies kerja keras untuk mengoneksikan dengan bus-bus Transjakarta. Perencanaan yang salah di awal mengakibatkan kereta MRT ini dikhawatirkan tidak dimanfaatkan oleh publik," kata politisi Gerindra ini.

Selain itu, ia mengingatkan agar perencanaan matang juga mencakup soal pembiayaan pembangunan MRT. Jangan sampai anggarannya menjadi beban seluruh rakyat Indonesia.

"Jangan seperti LRT di Palembang yang akhirnya jadi beban. Mestinya LRT Palembang didukung orang-orang Palembang sendiri lewat APBD, bukan orang Indonesia lewat APBN," tutur Bambang.

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID