logo rilis

Grup Gong Anak Pentaskan Fragmentari 'Nyanggem Sadhu'
Kontributor
Ning Triasih
06 Juli 2018, 19:22 WIB
Grup Gong Anak Pentaskan Fragmentari 'Nyanggem Sadhu'
FOTO: Instagram/@katarekatarunabakti

RILIS.ID, Denpasar— Sekaa (kelompok) Gong Anak-anak Gurnita Raray Swara Kota Denpasar, Bali mempersembahkan fragmentari "Nyanggem Sadhu" pada Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-40 2018 di panggung terbuka Ardha Candra, Taman Budaya.

Koordinator Sekaa Gong Anak-anak Gurnita Raray Swara Denpasar, I Wayan Murda di Denpasar, Jumat (6/7/2018), mengatakan, kesenian fragmentari berjudul "Nyanggem Sadhu" dengan penata tari I Made Sukarda mengisahkan tentang sepasang kura-kura mengkhawatirkan keadaan musim panas berkepanjangan.

Dikisahkan, kura-kura itu meminta bantuan sahabatnya, yakni angsa, agar meninggalkan taman mencari tempat yang nyaman. Dalam cerita tersebut, si angsa bersiap membantu kura-kura, namun dengan syarat harus menggigit sebatang kayu dan jangan mendengarkan ejekan binatang lainnya.

Namun, kesepakatan itu dilanggar oleh kura-kura. Diejek oleh kelompok anjing yang mengatakan bahwa ada angsa yang menerbangkan kotoran sapi, membuat sepasang kura-kura marah dan melepaskan gigitan sebatang kayu lalu terjatuh dan dimangsa anjing.

"Ini mencoba memberikan inspirasi, bagaimana sebuah emosi sesaat yang justru akan mencelakakan diri sendiri. Begitu juga dalam kehidupan nyata semestinya mengabaikan jika dalam berbuat ada yang mengkritik, bahkan mencacinya agar tetap tenang dan bijaksana mengambilkeputusan," ujarnya.

 

 

Wayan Murda menjelaskan, penampilan materi sekaa gong anak-anak sebagai duta Kota Denpasar diawali dengan Tabuh Pepanggulan "Kumara Jaya" dengan komposer I Made Yudastra. Tabuh itu terinspirasi dari dari dunia anak, sebagai masa yang menyenangkan dan penuh dengan rasa.

Hal itu, katanya, patut digali untuk menjadikan individu-individu bertalenta serta mempunyai karakter, dengan menumbuhkan "taksu" (karisma) atau api semangat penciptaan yang kreatif.

Disamping itu, dua tarian juga dibawakan, yakni Tari Legong Keraton Lasem dan Tari Rerejangan Rejang Pratita. Penampilan kesenian tersebut mendapat dukungan dan apresiasi Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota Jaya Negara.

Duta Gong Kebyar Anak Denpasar tampil berbalutkan kain kombinasi putih dan merah. Warna tersebut mencermikan pemetasan yang cukup elegan.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)