logo rilis
Greenpeace Ingatkan Dampak Buruk Perluasan PLTU Celukan Bawang
Kontributor
Fatah H Sidik
16 April 2018, 16:17 WIB
Greenpeace Ingatkan Dampak Buruk Perluasan PLTU Celukan Bawang
Pembangkit listrik. ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Greenpeace Indonesia memprotes rencana perluasan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara Celukan Bawang, Bali. Soalnya, khawatir memperburuk polusi udara.

"Begitu banyak mata pencarian akan hilang, ketika emisi dari PLTU ini tersebar di wilayah tersebut," ujar Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Didit Haryo, via siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (16/4/2018). Misalnya, pertanian lokal dan komunitas nelayan.

Selain itu, imbuhnya, rencana pengembangan PLTU Celukan Bawang menjadi berkapasitas 2 x 330 megawatt juga bakal berdampak pada ekosistem di Pantai Lovina, seperti terumbu karang dan lumba-lumba, karena terpengaruh peningkatan lalu lintas kapal dan kebisingan mesin. Jarak PLTU sekitar 20 kilometer dari pantai pasir hitam tersebut.

Didit mengingatkan, polusi akibat perluasan PLTU bakal membuat jumlah wisatawan merosot. Alhasil, warga sekitar yang mencari rezeki dari sektor pariwisata bakal terdampak.

Baca: Jonan Setop Pembangunan PLTU di Jawa

Katanya, PLTU juga berisiko bagi Taman Nasional Bali Barat (TNBB), rumah satwa langka dan dilindungi seperti macan tutul Jawa, trenggiling, dan jalak Bali. "Batu bara bukan sumber listrik masa depan," tuntasnya.

PT PLTU Celukan Bawang diketahui, telah mendapatkan izin lingkungan, April 2017. Tujuannya, pembangunan fasilitas turbin dan cerobong asap, colling water system, relay building dan switchyard, perakitan dan pemasangan 150 kilovolt, jaringan transmisi, dan coal handling system.

Kemudian, pemasangan cerobong setinggi 201 meter, pembangunan revetment sepanjang 495 meter, dan dermaga jeti 260 meter. Ada juga pembangunan ash yard seluas 27.740 meter persegi.

Hingga kini Celukan Bawang telah mengoperasikan pembangkit batu bara berkapasitas 426 megawatt. Pembangkit ini merupakan satu-satunya sumber energi di Bali yang menggunakan batu bara.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)