logo rilis
Gonjang-Ganjing Rupiah: Menguat Sesaat, Terjun Bebas Kemudian
Kontributor
Elvi R
18 Mei 2018, 11:34 WIB
Gonjang-Ganjing Rupiah: Menguat Sesaat, Terjun Bebas Kemudian
Rupiah. ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi (18/5/2018) terjun bebas sebesar 61 poin menjadi Rp14.106 dibanding posisi sebelumnya Rp14.045 per dolar AS.

Padahal, pada Kamis (17/5/2018) mata uang garuda sempat menguat 16 poin dan berada pada Rp14.070 per dolar AS. Pasar merespons positif upaya pemerintah dalam mengurus APBN 2018, menganggapnya cukup sehat.

Mengutip Antara, Ekonom dari Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan, dolar AS bergerak menguat terhadap beberapa mata uang utama dunia karena didorong kembali naiknya obligasi Amerika Serikat ke level 3,12 persen. Faktor krusial ini terjadi seiring kuatnya data tenaga kerja di Amerika Serikat.

"Data klaim pengangguran di Amerika Serikat cenderung terus menurun, menjaga perekonomiannya," ujarnya, di Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Dia menyebut, data klaim pengangguran di Amerika Serikat selama empat pekan berturut-turut turun sebesar 2.750 menjadi 213.250. Kondisi itu mendorong ekspektasi pasar, unemployment rate akan stabil di kisaran 3,9 persen pada Mei.

Sementara itu, dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) yang memutuskan untuk menaikan suku bunga acuan atau 7 Day Repo Rate. Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga fluktuasi mata uang rupiah lebih stabil terhadap dolar AS.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 Mei 2018 memutuskan untuk menaikkan suku bnga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,50 persen. Dan, berlaku efektif sejak 18 Mei 2018.

"Bank Indonesia telah menaikan suku bunga seperti yang sudah diprediksi para investor," kata Ahmad.

Analis dari Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, kebijakan kenaikan suku bunga merupakan salah satu upaya BI dalam menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai kondisi fundamentalnya.

"Kebijakan itu diharapkan memberikan dampak positif bagi nilai tukar rupiah, sehingga menjaga stabilitas perekonomian nasional," ungkap Reza.

Rupiah tertolong karena Bank Indonesia meningkatkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya sejak November 2014.

7-Day Reverse Repo Rate untuk Kemaslahatan Rupiah

Research Analyst FXTM Lukman Otunuga, menyebut, seperti diperkirakan, BI meningkatkan suku bunga 7 Day Repo Rate sebesar 25 bps menjadi 4.50 persen guna membantu Rupiah. Kendati demikian, penguatan ini tidak akan bertahan lama karena adanya ekspektasi pasar yang baik pada kenaikan suku bunga AS.

"Rupiah dapat semakin menguat di jangka pendek, tapi peningkatan ini akan dibatasi oleh semakin besarnya ekspektasi kenaikan suku bunga AS," ujarnya kepada rilis.id, di Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Lebih lanjut, dia juga masih mempertanyakan, apakah langkah BI di Mei ini akan membuka jalan untuk kenaikan suku bunga BI selanjutnya di 2018. 

"Jika Federal Reserve meningkatkan suku bunga empat kali tahun ini, BI mungkin terpaksa mengikutinya guna menjaga nilai tukar Rupiah," kata Lukman.

Siap-siap Dolar Terus Meroket

Ekspektasi pasar yang semakin besar mengenai kenaikan suku bunga AS tahun ini memastikan, dolar terus menguat.

Lukman menuturkan, kombinasi antara data ekonomi domestik yang positif, kenaikan imbal hasil obligasi AS, serta spekulasi kenaikan suku bunga telah mengantarkan dolar ke level tertinggi dalam lima bulan terakhir. Aksi harga mengatakan, bulls jelas sedang berkuasa.

"Dolar dapat semakin menguat karena selisih suku bunga terus mendukung mata uang Amerika Serikat," ungkapnya.

Dari sudut pandang teknikal, Indeks Dolar sangat bullish pada rentang waktu harian karena secara konsisten level tertinggi yang lebih tinggi (HH) dan level terendah yang lebih tinggi (HL). Break out di atas 93.50 dapat membuka peningkatan lebih lanjut menuju 94.00 dan kemudian 94.20.

"Sebaliknya, jika bulls gagal bertahan di atas 93.50 maka akan memicu penurunan menuju 93.00," pungkas Lukman.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)