logo rilis
Golkar Bakal Disalip Parpol Lain, kalau...
Kontributor
Tio Pirnando
25 Maret 2018, 08:19 WIB
Golkar Bakal Disalip Parpol Lain, kalau...
Partai Golkar. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Gun Gun Heryanto mengatakan, Partai Golkar harus melambungkan figur ke masyarakat baik sebagai capres maupun cawapres. Hal tersebut tentu akan berdampak pada elektoral vote di Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 nanti. 

"Ini tujuanya untuk agenda bersama bisa saja ada upaya menyalip dari partai lain karena jelas itu agendanya. Partai butuh symbolic convergence sebuah organisasi akan punya daya dorong yang luar biasa jika punya agenda bersama," ujarnya dalam acara Orientasi Fungsionaris Partai Golkar, di Kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (24/3) kemarin.

Dia menjelaskan, sebagian partai politik saat ini sudah melambungkan nama-nama pimpinannya untuk ditawarkan ke masyarakat. Misal, kata Gun Gun, PPP menjual nama Romahurmuziy (Romy), PKB ada Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Demokrat nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang ketiganya didorong dan dipersiapkan untuk menjadi cawapres.

"Saya melihat hitung-hitungan dan symbolic convergence atau semacam melambungkan ikon supaya Parpol itu punya agenda tersendiri. Agenda bersama itu penting sebagai daya ikat internal untuk membuka ruang dialog atau negosiasi dengan pihak eksternal," paparnya.

Gun Gun menyatakan, dengan adanya insentif elektoral melambungkan nama ikon partai, tentu akan berdampak pada perolehan suara pada Pemilu mendatang.

"Enggak ada salahnya juga ketika proses komunikasi politik dibangun apakah dimungkinkan upaya melambungkan ikon (Airlangga Hartarto) sebagai wapres dari partai Golkar untuk Pak Jokowi," tukas dia.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)