logo rilis

GMKI Tuntut Pencarian Korban KM Sinar Bangun Dilanjutkan 
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
06 Juli 2018, 20:14 WIB
GMKI Tuntut Pencarian Korban KM Sinar Bangun Dilanjutkan 
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— Puluhan massa dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) menggelar unjuk rasa di depan kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Jumat (6/7/2018). Unjuk rasa itu digelar sebagai bentuk solidaritas terhadap korban kapal motor (KM) Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara.

Koordinator lapangan, Kristopel Manurung, dalam orasinya mengaku kecewa dengan dihentikannya operasi pencarian dan penyelamatan terhadap para korban KM Sinar Bangun.

Pihaknya menuntuk pemerintah untuk mencabut keputusan pemberhentian itu dan melanjutkan pencarian korban hingga kerangka kapal diangkat atau diapungkan.

"Kami mendesak pemerintah melalui instansi terkait untuk segera mencabut keputusan pemberhentian pencarian korban KM Sinar Bangun," kata Kristopel.

Dia menilai, pencarian korban perlu dilanjutkan agar seluruh permasalahan dalam mekanisme pelayaran kapal bisa diketahui secara utuh. Sehingga, menurutnya, nantinya bisa dievaluasi dan meningkatkan standarisasi pelayaran di Indonesia. 

Sementara, Ketua GMKI Jakarta, Agung Tamtam Sanjaya, mengatakan, pemerintah telah gagal dalam upaya pencarian Korban KM Sinar Bangun. Pasalnya, pencarian dan penyelamatan yang belum genap satu bulan itu dihentikan begitu saja. 

"Ini bertolak belakang dengan jargon poros maritim yang selalu digaungkan serta ada kecenderungan diabaikannya perintah dari presiden kita untuk menyelamatkan korban, terkhusus berdasarkan hati nurani keluarga korban yang kami dengarkan melalui Posko GMKI yang sudah dibentuk," ujarnya. 

Tamtam menegaskan, pihaknya akan meminta bantuan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk turun tangan dalam proses pencarian korban KM Sinar Bangun. Sebab, menurutnya, pemerintah tidak mampu mencari korban KM Sinar Bangun tersebut. 

"Kita akan memohon dan meminta bantuan PBB untuk mengambi alih pencarian," tegasnya.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)