logo rilis

Gersha Jagwani Jabat Duta Thalassaemia Indonesia
Kontributor
Elvi R
05 Januari 2020, 21:00 WIB
Gersha Jagwani Jabat Duta Thalassaemia Indonesia
Gersha Jagwani Jabat Duta Thalassaemia Indonesia. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Yayasan Thalassaemia Indonesia (YTI) mengukuhkan Gersha Jagwani (16) sebagai Duta Thalassaemia Indonesia di Rumah Sakit (RS) Harapan Bunda, Jakarta, Sabtu (4/1). Sesuai surat keputusan (SK) Nomor 01/YTI/I/2020.

"Memutuskan mengangkat Gersha Jagwani sebagai Duta Thalassaemia Indonesia untuk masa bakti tiga tahun. Sejak 4 Januari 2020 hingga 4 Januari 2023," ucap Sekretaris YTI, Edi Purwono, saat membacakan SK, beberapa saat lalu.

Baca Juga

Sejurus kemudian, Ketua YTI, Andry Abdullah, memasangkan kain dan menyematkan pin kepada Gersha. Tanda resmi menjadi Duta Thalassaemia Indonesia.

Gersha merupakan anak Adam Jagwani, pemeran Hans dalam sinetron dan film Si Doel Anak Sekolahan. Beberapa kesempatan sebelumnya, menyambangi penderita thalassaemia atau talasemia di sejumlah RS.

Talasemia merupakan penyakit kelainan darah genetik atau keturunan. Ditandai adanya sel darah merah abnormal. Penderita diharuskan terapi berupa transfusi darah secara berkala untuk bertahan hidup. 

Dalam sambutannya, Gersha mengungkapkan, kali pertama tahu tentang penyakit ini dari perusahaan ayahnya. Kala itu, anak seorang pegawai kedapatan menderita talasemia.

Peristiwa tersebut menggugah nuraninya. Mendorongnya ingin paham lebih jauh tentang talasemia. 

"Saya lihat kedua orang tua saya ikut bantu. Saya jadi penasaran. Jadi pengin bantu juga," katanya.

Semenjak saat itu, Gersha rutin menyambangi penderita talasemia di sejumlah RS. Dia mengaku, banyak informasi yang didapatkan selama kunjungan tersebut.

Setelah resmi didaulat sebagai Duta Thalassaemia Indonesia, dirinya berencana menyosialisasikan penyakit ini kepada masyarakat luas. Khususnya generasi muda.

Gersha pun berharap, pemerintah bisa mewajibkan penyaringan (screening) di sekolah-sekolah. Sehingga, mata rantai talasemia bisa diputus.

Pada kesempatan sama, aktor sekaligus sutradara Si Doel Anak Sekolahan, Rano Karno, mengingatkan, tugas Gersha selaku Duta Thalassaemia Indonesia tergolong sukar. Lebih berat dari pengalamannya menjadi Duta UNICEF pada 2003.

"Dulu pernah jadi duta besar UNICEF satu tahun. Tugasnya berat. Kamu lebih berat. Karena tentang harapan. Harapan untuk hidup," tuturnya.

Apalagi, Indonesia bakal mengalami bonus demografi. Pada 2030, diprediksi jumlah penduduk menembus 300 juta. Sehingga, sosialisasi tentang talasemia mesti diintensifkan segera.

Meski begitu, Anggota Komisi X DPR ini mengaku, bangga dengan capaian Gersha tersebut. Lantaran menanggung beban berat di pundaknya, walaupun masih belia.

Dirinya lantas menawarkan bantuan, apabila Gersha membutuhkannya. Mantan Gubernur Banten itu siap menerjunkan seluruh anggota keluarga Si Doel.

"Kalau kamu perlu bantuan Om Doel, silakan kontak. Nanti keluarga Om Doel akan jadi wakil duta. Termasuk Bang Mandra," ujarnya berseloroh dan disambut riuh para peserta.

Sementara, Ketua Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassaemia Indonesia (POPTI), Ruswandi, mengungkapkan, ada nyaris 10 ribu pasien talasemia se-Tanah Air.

Dengan jumlah pasien sebanyak itu, talasemia menjadi penyumbang empat besar pengeluaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

"Bagaimana kalau jumlahnya 100 ribu? (BPJS) akan semakin sulit," katanya mengingatkan.

"Pencegahannya masih belum terlihat. Bahkan, banyak masyarakat yang belum tahu talasemia apa," imbuhnya.

Karenanya, Gersha selaku milenial sekaligus Duta Thalassaemia Indonesia diharapkan berperan aktif. Khususnya, menyosialisasikan talasemia kepada remaja yang belum menikah.

"Mereka harus tahu talasemia. Sehingga, mau di-screening. Karena talasemia penyakit keturunan dari orang tua pembawa sifat (carrier)," ucap dia.

Ruswandi melanjutkan, POPTI eksis sejak 1984. Kini genap berusia 35 tahun. Pun telah memiliki 52 cabang se-Indonesia.

"Gersha harus jalan terus. Kita dibelakang membantu. Sehingga, mereka tahu talasemia itu apa. Selamat berjuang. Sehingga, cita-cita tercapai," tutupnya.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID