logo rilis
Gerindra Tak Minta Posisi Ketua MPR, Pengamat: Golkar Paling Proporsional
Kontributor
Nailin In Saroh
22 Juli 2019, 21:21 WIB
Gerindra Tak Minta Posisi Ketua MPR, Pengamat: Golkar Paling Proporsional
Diskusi empat pilar MPR ‘Musyawarah Mufakat Untuk Pimpinan MPR’ di Gedung Nusantara III Parlemen Senayan Jakarta Selatan, Senin, (22/7/2019).

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Fraksi Partai Gerindra MPR RI, Fary Djemi Francis, mengatakan pihaknya tidak meminta jabatan ketua MPR RI di periode lima tahun kedepan. Partainya, kata dia, hanya menginginkan pimpinan MPR yang sesuai dengan cita-cita pendiri bangsa.

“Bagi kami tidak penting siapa dan partai apa yang menjadi pimpinan MPR RI, yang jelas visi besar dalam bernegara harus berjalan sesuai cita-cita para pendiri bangsa kita dahulu,” tegas Fary Djemi Francis dalam diskusi empat pilar MPR ‘Musyawarah Mufakat Untuk Pimpinan MPR’ di Gedung Nusantara III Parlemen Senayan Jakarta Selatan, Senin, (22/7/2019).

Menurutnya, rekonsiliasi antara kedua tokoh Pilpres 2019 tujuannya bukan untuk merebut kursi ketua MPR RI pada periode 2019-2024. Konsep rekonsiliasi yang dimaksudkan, kata Fary, adalah bagaimana agar visi, program-program kerja yang terbaik dari Joko Widodo dan Prabowo Subianto itu saling melengkapi.

Selain itu, Ketua Komisi V DPR itu menjelaskan, rekonsiliasi adalah bagaimana cara mengkolaborasi kedua pihak pendukung 01 dan 02 yang telah usai berkompetisi pada Pilpres 2019 tersebut menjadi satu kekuatan demi masa depan bangsa Indonesia.

“Oleh karena itu maka rekonsiliasinya bukan hanya berkaitan dengan bagi-bagi kursi, tetapi bagaimana program-program unggulan dari Pak Prabowo untuk bangsa dan negara bisa dipadukan,” kata Fary menekankan.

Sementara itu, Pakar Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Adi Prayitno, menilai komposisi jabatan ketua MPR merupakan bagian dari politik yang biasa. Sebab kata dia, mayoritas parlemen saat ini memang dikuasai oleh partai-partai pendukung Jokowi.

Dikatakan Adi, partai Golkar yang menempati peringkat kedua di parlemen senayan dianggap proporsional untuk menempati posisi pimpinan MPR RI periode selanjutnya.

“Jadi, sepertinya pimpinan MPR pada periode 2019-2024 tetap diambil oleh partai pengusung Jokowi,” ujar Adi Prayitno.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID