logo rilis

Gerindra: Proyek Infrastruktur Jokowi Tak Berikan Manfaat
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
29 Maret 2018, 10:43 WIB
Gerindra: Proyek Infrastruktur Jokowi Tak Berikan Manfaat
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza.

RILIS.ID, Jakarta— Selama empat tahun ini Presiden Joko Widodo membangun infrastruktur, ternyata tak memiliki pengaruh signifikan para pertumbuhan ekonomi nasional.

Anggota Komisi V DPR RI, Bambang Haryo Soekartono menilai, ratusan proyek tersebut tak memiliki asas manfaat. Terlihat dari perbandingan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia di Kawasan ASEAN.

"Pertumbuhan ekonomi cenderung stagnan," kata dia, Kamis (29/3/2018).

Lebih dari Rp1.500 triliun yang digunakan untuk membangun infrastruktur. Rata-rata setiap tahun menghabiskan Rp300-400 triliun. Ternyata, semuanya tidak membawa pengaruh signifikan.

Kini pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di peringkat 6 ASEAN. Sebelumnya di masa pemerintah SBY, Indonesia berada di peringkat tertinggi. 

Bambang menyampaikan data pertumbuhan ekonomi terkini di Kawasan ASEAN. Laos menempati puncak pertumbuhan tertinggi dengan 7,40 persen. Disusul Myanmar (7,3%), Kamboja (7,20 persen), Filipina (6,90 persen), Vietnam (6,20 persen), dan Indonesia (5,02 persen).

"Padahal, masa SBY pertumbuhan ekonomi kita tertinggi di ASEAN. Sekarang malah menjadi nomor 6," ungkap politisi Partai Gerindra ini.

Ia mengaku, berani beradu argument dengan pemerintah seputar pembangunan infrastruktur yang dibangun Presiden Joko Widodo. 

"Harus ada multiplier effect yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional," imbuhnya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)