logo rilis
Gerindra-PKS Tak Kafah Mendukung Gus Ipul-Puti
Kontributor
Nailin In Saroh
21 Maret 2018, 18:43 WIB
Gerindra-PKS Tak Kafah Mendukung Gus Ipul-Puti
Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya (kiri), saat mempresentasikan hasil surveinya terkait Pemilihan Gubernur Jawa Timur di Jakarta, Rabu (21/3/2018). FOTO: RILIS.ID/Nailin In Saroh

RILIS.ID, Jakarta— Basis massa Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tak seluruhnya mendukung pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur. Ini sesuai hasil survei Charta Politika yang dipublikasikan di Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Cuma 34,1 persen responden basis massa Gerindra yang mendukung Gus Ipul-Puti. Sebanyak 15,9 persen memilih tidak menjawab. Sedangkan 50 persen lainnya, malah mendukung pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak.

"Jadi, suaranya Gerindra lebih besar malah mendukung Khofifah-Emil, ya. PKS juga sama," ujar Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Mayoritas responden basis massa PKS (55,6 persen) pun mendukung Khofifah-Emil. Hanya 33,3 persen responden yang memilih Gus Ipul-Puti. Sedangkan 11,1 persen lainnya, memilih tak menjawab.

Partai-partai lain juga menunjukkan tren serupa. Tapi, tak sebesar PKS dan Gerindra. "Sebanyak 25,8 persen responden basis massa PDIP mendukung Khofifah-Emil Dardak," jelas Toto, sapaan Yunarto. Cuma 59,9 persen yang tetap memilih Gus Ipul-Puti.

Fenomena berbeda terjadi di Partai Demokrat. Kata Toto, hanya Demokrat yang suaranya terkonsolidasi dengan baik di Pilgub Jatim. Sebab, 70,5 persen responden basis massanya tetap mendukung Khofifah-Emil. "Hanya 18 persen responden basis massanya yang mendukung Gus Ipul-Puti Soekarno," tukasnya.

Survei tersebut digelar 3-8 Maret 2018 dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Metodenya, acak bertingkat (multistage random sampling).

Penelitian dilakukan dengan melibatkan 1.200 responden di kabupaten/kota se-Jatim. Adapun rerata simpangan (margin of error) 2,8 persen dan berada pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Editor: Fatah H Sidik


500
komentar (0)