Home » Peristiwa » Daerah

Gerindra Percayakan Pengadilan Tuntaskan Kasus Yonda

print this page Selasa, 14/11/2017 | 17:18

I Made Wijaya alias Yonda, FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Advokasi DPP Gerindra Habiburohman menegaskan, partainya mempercayakan pihak pengadilan memproses dan memutuskan kasus yang menimpa I Made Wijaya atau Yonda yang sudah menjadi terdakwa dalam dugaan reklamasi terselubung dan pembabatan mangrove di Pantai Barat Kelurahan Tanjung Benoa, Bali.

"Kalau yang mangrove kita serahkan proses hukum pada yang berwajib," katanya kepada rilis.iddi Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Menurutnya, Gerindra tetap komitmen dalam penegakan hukum. Jika ada kader yang terlibat kasus hukum, ujarnya, Gerindra akan menindak tegas.

"Kami selalu menghormati proses hukum," bebernya.

Senada dengan itu, Ahmad Riza Patria, Ketua DPP Partai Gerindra mengatakan, partainya akan memberikan sanksi yang tegas terhadap kader yang melanggar hukum. Bahkan sampai pemecatan dari keanggotaan.

"Ya kalau sudah ada bukti cukup pasti di tindak. Bagi partai semua kader yang terlibat masalah hukum pasti diberi sanksi sampai dengan sanksi pemecatan," katanya.

Sebelumnya, Yonda, yang juga merupakan bendesa adat Tanjung Benoa, beserta sejumlah rekan-rekannya melakukan reklamasi terselubung dan membabat mangrove. Aktivitas ilegal dilakukan di sekitar Pulau Pudut, Tanjung Benoa, Bali. 

Reklamasi terselubung tersebut, kali pertama diketahui Forum Peduli Mangrove (FPM) sejak Januari 2016. Luas lahan yang ditimbun saat ditemukan adalah 20 are. Sedangkan mangrove yang dibabat mencapai 100 pohon.

Sejauh ini, Yonda yang juga Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Badung sudah ditetapkan sebagai terdakwa.

Yonda juga telah menjalani penahanan di Lapas Kelas 2 A Kerobokan Badung, Bali, usai berkas kasusnya dilimpahkan dari Polda Bali ke Kejaksaan Negeri Denpasar, Jumat (13/10/) lalu.

"Direktorat Krimsus Polda Bali telah melakukan tahap 2 kasus Bendesa Adat atas nama Yonda ke Kejari. Dalam kasus tanpa izin melakukan konservasi di Taman Hutan Raya (tahura)," jelas Wadirreskrimsus Polda Bali, AKBP Ruddi Setiawan.

Penulis Tio Pirnando
Editor Eroby JF

Tags:

YondaI Made Wijaya

loading...