logo rilis

Gerindra Minta Kenaikan Harga LPG 3 Kg Dibatalkan
Kontributor
Nailin In Saroh
24 Januari 2020, 22:31 WIB
Gerindra Minta Kenaikan Harga LPG 3 Kg Dibatalkan
Ilustrasi Gas Elpiji. ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi S.

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Fraksi Gerindra DPR RI Ahmad Muzani, meminta pemerintah membatalkan rencana kenaikan harga gas elpiji 3 kg. Sebab menurutnya, kenaikan itu akan membebani masyarakat berdaya beli rendah.

"Masalahnya, sektor LPG ini dinaikkan maka kehidupan masyarakat akan menjadi beban. Maka, kami ingin rencana pemerintah menaikkan harga LPG, termasuk mengkonversi subsidi, dibatalkan," tegas Muzani di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Selain itu, Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra itu menilai kenaikan harga LPG 3 kg memberatkan masyarakat kelas menengah ke bawah karena para pedagang informal selama ini sangat terbantu dengan harga tersebut.

Wakil Ketua MPR RI itu menuturkan, pemerintah selalu mengatakan bahwa subsidi akan diberikan kepada sektor lain. Namun, kenyataannya tidak efektif. 

"Misalnya membangun jalan yang tidak selalu dimanfaatkan rakyat, tetapi untuk industri," jelas Muzani. 

Menurut Muzani, seharusnya yang diupayakan pemerintah adalah meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat sehingga rencana kenaikan LPG 3 kg dan konversi subsidi LPG ke bentuk lain harus dibatalkan.

"Kalau ingin menaikkan, ya, pada LPG yang dimanfaatkan atau dikonsumsi kalangan menengah ke atas. Beban itu jangan ditambah ke bawah tetapi ke atas," katanya.

Sebelumnya, Kementerian ESDM berencana mengubah mekanisme penyaluran subsidi LPG 3 kg mulai Semester II 2020 sehingga nantinya subsidi yang selama ini harganya murah akan diubah menjadi langsung diberikan kepada masyarakat miskin.

Dengan demikian, nantinya harga LPG 3 kg akan naik karena disesuaikan dengan harga pasar, seperti LPG 12 kg.
 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID