logo rilis
Gerindra Kritisi Pemerintah Bikin Indonesia Jadi Negara Ekonomi Digital
Kontributor
Zul Sikumbang
28 Maret 2018, 11:31 WIB
Gerindra Kritisi Pemerintah Bikin Indonesia Jadi Negara Ekonomi Digital
Anggota DPR RI dari Partai Gerindra Aryo PS Djojokusomo. FOTO: RILIS.ID/Ridwan

RILIS.ID, Jakarta— Partai Gerindra menyinggung, rencana pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara ekonomi digital terbesar di dunia. Sebab rencana tersebut tidak disertai dengan kesehatan anak-anak Indonesia sejak usia dini.

“Mohon maaf kepada pemerintah, untuk apa bicara tentang ekonomi digital kalau anak Indonesia kurang gizi, tertidur setiap kali di sekolah,” kata Anggota DPR RI dari Partai Gerindra Aryo PS Djojokusomo dalam seminar 'Fraksi Partai Gerindra Revolusi Putih Untuk Generasi Yang Sehat dan Berprestasi' di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Ia menambahkan, slogan 'Saya Pancasila' juga percuma digaungkan sementara sila kelima dari Pancasila tidak terwujud dan gizi anak-anak Indonesia tidak terpenuhi.

“Percuma kita teriak-teriak 'Saya Pancasila', sementara sila kelima tidak terwujud. 'Saya Pancasila', 'Saya Pancasila', percuma kalau tidak ada keadilan sosial,” ujarnya.

Dari data bank dunia, anak-anak Indonesia kekurangan gizi sampai 39 persen. “Kalau sekarang anak-anak sekolah kita itu tiduran di kelas, itu karena kekuarangan gizi otaknya enggak tumbuh sesuai harapan. 40 persen kurang protein, buat apa bicara tentang software kalau belajar matematika dan menulis saja enggak bisa karena kekurangan gizi,” kata Aryo.

Sementara itu, anggota DPR RI Putih Sari berharap 'Revolusi Putih' bisa diimplementasikan oleh pemerintah.

“Berharap pemerintah bisa mewujudkan pemikiran dan gagasan Partai Gerindra untuk menciptakan generasi yang tepat dan kuat ke depannya,” kata Putih.

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)