logo rilis
Gerindra Khawatir Kasus Tercecer e-KTP Malah Bikin Pilkada Terganggu
Kontributor
Sukma Alam
29 Mei 2018, 06:34 WIB
Gerindra Khawatir Kasus Tercecer e-KTP Malah Bikin Pilkada Terganggu
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua Komisi II DPR Ahmad Riza Patria mengatakan, pihaknya telah menyampaikan permasalahan tercecernya e-KTP di Bogor, kepada Kementerian Dalam Negeri. Hal itu untuk memastikan apakah benar tercecer atau ada unsur sabotase atau ada kesalahan prosedur.

Politisi Gerindra ini menambahkan, pihaknya juga mendorong agar permasalahan tersebut diusut tuntas oleh Kepolisian dan Kemendagri agar tidak menjadi polemik dan segera diatasi.

"Terutama sebulan lagi akan dilaksanakan Pilkada serentak 2018 sehingga jangan sampai masalah e-KTP menjadi sumber persoalan baru bagi pelaksanaan Pilkada, tentunya kita berharap pelaksanaannya berjalan lancar dan damai," katanya Senin (28/5/2018).

Dia mempertanyakan mengapa e-KTP tersebut yang beralamatkan di Palembang, Sumatera Selatan bisa tercecer di Bogor, Jawa Barat.

Namun dia mengimbau masyarakat tetap tenang dan bersabar, berikan kesempatan kepada semua pihak untuk mengecek, meneliti dan menjelaskan kepada publik mengenai apa yang sesungguhnya terjadi.

Sebelumnya beredar video yang menunjukkan sejumlah KTP elektronik tercecer di kawasan Bogor, Jawa Barat. KTP elektronik tercecer itu beralamat Sumatera Selatan.

Dirjen Dukcapil Kemdagri, Zudan Arif Fakrulloh mengatakan KTP elektronik yang tercecer di jalan raya kawasan Bogor, Jabar merupakan KTP yang rusak atau invalid saat hendak diangkut ke gudang Kementerian Dalam Negeri di Semplak, Bogor.

"Bapak Sesditjen Dukcapil I Gede Suratha sudah melakukan pengecekan di lapangan dengan jajaran Polsek Kemang dan Polres Kabupaten Bogor, menunjukkan bahwa KTP elektronik yang tercecer tersebut adakah KTP elektronik rusak/invalid dan diangkut dari gudang penyimpanan sementara di Pasar Minggu ke Gudang Kemendagri di Semplak Bogor," ujar Zudan dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu (27/5).

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)