logo rilis
Gerindra Jatim Tak Percaya Survei Prabowo Kalah dari Jokowi
Kontributor
Budi Prasetyo
06 Mei 2018, 01:54 WIB
Gerindra Jatim Tak Percaya Survei Prabowo Kalah dari Jokowi
Ilustrasi: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Surabaya— Wakil Ketua DPD Gerindra Jawa Timur Hendro T Subiyanto menilai, banyak lembaga survei yangpunya kredibilitas meragukan. Pasalnya, partainya tidak banyak percaya dengan hasil survei tentang persepsi masyarakat yang menyatakan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto kalah dari Joko Widodo di Pemilihan Presiden 2019 yang beredar belakangan. 

"Ya kita juga sama lembaga survei bisa dipegang kalau secara ilmiah bisa dipertanggungjawabkan, tetapi kita bisa melihat banyak lembaga survei yang punya kredibilitas meragukan," katanya ketika dikonfirmasi, Sabtu (5/5/2018).

Dia mencontohkan, pada Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta, hampir semua hasil survei memenangkan pasangan Ahok-Djarot dan menempatkan Anies Baswedan-Sandiaga Uno berada paling bawah. 

"Beberapa repotnya selama event politik di Indonesia menyampaikan hasil berbeda dengan situasi sebenarnya. Contohnya pada Pilkada DKI lalu," katanya. 

Meski demikian, Hendro mengatakan, partainya tetap membutuhkan lembaga survei yang kredibel untuk memetakan dukungan menjelang Pileg dan Pilpres 2019. Dia tetap optimistis, mantan Danjen Kopassus itu bisa menang dalam Pemilihan Presiden 2019.

"Kita tetap membutuhkan lembaga survei independen untuk melihat dukungan yang ada," katanya. 

Hendro menjelaskan, kunjungan Prabowo ke Jatim adalah untuk meningkatkan nasionalisme para kader. 

"Jadi tujuannya ke Jawa Timur bukan hanya sekedar elektabilitas tetapi bagaimana menaikkan nasionalisme para kader," pungkasnya. 

Sebelumnya, hasil survei lembaga kajian Indikator Politik Indonesia menunjukkan elektabilitas Presiden Joko Widodo melampaui Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, jika Pilpres 2019 hanya diikuti dua nama tersebut.

"Jika Pilpres hanya diikuti dua nama, head to head antara Pak Jokowi dan Pak Prabowo, maka 60,6 persen responden memilih Pak Jokowi, sementara 29 persen memilih Pak Prabowo, sedangkan yang tidak menjawab 10,4 persen," ujar
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi di Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Burhanuddin mengatakan, survei yang dilakukan sepanjang periode 25-31 Maret 2018 di seluruh Indonesia ini dilakukan melalui random sampling dan melibatkan 1.200 responden pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error
plus minus 2,9 persen.

Editor: Sukma Alam


500
komentar (0)