logo rilis
Gerindra dan Demokrat Mesra, PKS Malah Baper
Kontributor
Budi Prasetyo
23 Mei 2018, 15:51 WIB
Gerindra dan Demokrat Mesra, PKS Malah Baper
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Surabaya— Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura, Mochtar W Oetomo, menilai, kedekatan hubungan antara Partai Gerindra dengan Demokrat akan berdampak pada keutuhan koalisi PKS.

"Bahwa akan ada riak dalam hubungan antara PKS dan Gerindra pasti, karena koalisi 2019 ini akan sangat sensitif bagi setiap partai," katanya, Rabu (23/5/2018).

Dia mengatakan, manuver semua parpol untuk menyodorkan kadernya di Pemilihan Presiden 2019 adalah hal yang wajar. Hal itu seperti yang dilakukan Demokrat dengan menawarkan Agus Harimurti Yudhoyono. Parpol wajib menyodorkan kadernya, agar elektabilitasnya bisa naik, karena Pileg dan Pilpres digelar bersamaan.

"Pemahaman hegemonik atas coat tail effect telah membuat partai partai berjuang berdarah-darah dengan berbagai cara agar kadernya masuk dalam pusaran capres-cawapres demi mendapat pengaruh elektoral pada saat Pileg," tambahnya.

Mochtar pun menganggap sikap PKS yang baper adalah wajar. Karena jika Demokrat berkoalisi dengan Gerindra, maka partai pimpinan Sohibul Iman itu hampir pasti kehilangan sosok Calon Wakil Presiden.

"Maka setiap upaya atau komunikasi yang bisa menggagalkan peluang itu. Mendekatnya demokrat ke Gerindra bisa mengurangi peluang PKS mengirim kadermya menjadi Cawapres. Maka wajar jika PKS jadi sedikit baper," jelasnya.

"Tapi apa yang perlu dicatat bahwa PKS memiliki sejarah hubungan dgn gerindra yang jauh lebih menjanjikan dan pasti dibanding sejarah hubungan Demokrat Gerindra. Jadi PKS tidak perlu terlalu baper dan Demokrat tidak perlu terlalu senang terlebih dahulu," pungkasnya.

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)