logo rilis
Gerindra Bocorkan Strategi Prabowo Lawan Jokowi di 2019
Kontributor
Nailin In Saroh
02 April 2018, 16:03 WIB
Gerindra Bocorkan Strategi Prabowo Lawan Jokowi di 2019
Jokowi-Prabowo. FOTO: RILIS.ID/Indra kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ketua DPP Partai Gerindra, M Nizar Zahro, menegaskan partainya bulat mengusung Ketua Umum Geindra, Prabowo Subianto, sebagai calon presiden pada Pemilihan Umum 2019. Namun soal waktu deklarasi resmi, Ia mengungkapkan hingga saat ini belum diputuskan. 

"Apakah deklarasi nanti disampaikan 11 April 2018 atau menunggu hasil pilkada serentak. Apakah mekanisme deklarasi presiden dulu atau besertaan dengan cawapres," ujar Nizar saat berbincang dengan rilis.id di Jakarta, Selasa (2/4/2018).

Nizar mengaku, deklarasi Prabowo membutuhkan koalisi dari partai lain. Sebab, Gerindra hanya memiliki 13 persen suara. Kurang 7 persen dari ambang batas pencalonan presiden.

"Tidak mungkin kalau tidak koalisi. Deklarasi, bisa 11 April atau diundur habis pilkada," ungkapnya.

Nizar menuturkan, partainya sudah intens berkomunikasi dengan parpol koalisi. Di antaranya, PAN, PKS, Demokrat dan PKB. 

Pelaksanaan deklarasi Prabowo pun, imbuh dia, menjadi salah satu strategi Gerindra untuk memenangkan Pemilu 2019. untuk koalisi, kata Nizar, masih menunggu capres petahana, Joko Widodo mengumumkan cawapresnya.

"Sudah lama (komunikasi koalisi), tinggal kita lagi strategi ini. Apa lebih baik disampaikan sebelum hasil pilkada atau setelah. Kita sama dengan pikiran Buya Syafii Maarif jangan sampai terjadi calon tunggal. Nanti demokrasi tidak berhasil secara baik," paparnya.

"Jokowi sampai hari ini belum umumkan siapa cawapresnya kan. Kita nunggu, siapa sih cawapresnya Jokowi," tambah Nizar.

Sambil menunggu waktu dekarasi yang tepat, sambung Nizar, mantan Danjen Kopassus itu juga melakukan safari politik ke daerah-daerah lumbung suara di Pulau Jawa.

"Prinsip ada dua kemungkinan (usai pilkada dan usai deklarasi cawapres Jokowi.red). Apalagi Prabowo akan menyapa daerah Jawa Barat, Jawa Timur, termasuk Jawa Tengah," jelas legislator dapil Jawa Timur XI ini.

Nizar optimistis, Gerindra dan partai koalisi dapat memenangkan Prabowo dan menggantikan pemerintahan hari ini.

"2019 presiden baru," tandasnya.

Editor: Taufiqurrohman


500
komentar (0)