logo rilis

Gerindra Bantah Prabowo Minta 8 Menteri kala Ketemu LBP
Kontributor
Nailin In Saroh
17 April 2018, 13:21 WIB
Gerindra Bantah Prabowo Minta 8 Menteri kala Ketemu LBP
Ferry Juliantono. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono membantah kabar jika Ketua Umum Prabowo Subianto meminta jatah kursi delapan menteri, termasuk menteri pertahanan, saat bertemu Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (LBP) di Restoran Jepang Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (6/4) lalu. 

Luhut disebut sebagai utusan Istana untuk meminta kesediaan Prabowo menjadi cawapres Jokowi di Pilpres 2019.

"Saya rasa sih enggak ya, pembicaraan itu minta kesediaan Pak Prabowo berpasangan dengan Pak Jokowi, tapi Pak Prabowo enggak mau," ujar Ferry saat dihubungi di Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Apalagi, pertemuan tersebut menjelang beberapa hari acara rapat koordinasi nasional (Rakornas) Gerindra di Bogor, Hambalang. Di mana para kader meminta Prabowo menjadi Capres 2019. Kader pun kompak tak sudi jika Prabowo dijodohkan dengan Jokowi.

"Enggak lah, saya rasa pasti enggak (minta jatah menteri). Karena prosesnya itu sudah beberapa hari menjelang rakornas. Kan rasanya sudah hampir semua hampir dikatakan seluruh keluarga besar Partai Gerindra enggak ingin kita berpasangan dengan Pak Jokowi," beber Ferry.

Meski demikian, kata Ferry, mantan Danjen Kopassus itu menghormati tawaran tersebut. Namun, Prabowo lebih mengutamakan keinginan seluruh kader Gerindra.

"Ya, positif artinya begini menghormati tawaran tersebut. Tap,i Pak Prabowo menyerahkan itu kepada kader Partai Gerindra dan kemarin Rakornas membuktikan bahwa seluruh kader Partai Gerindra menginginkan Pak Prabowo untuk maju," tandasnya.

Diberitakan, beberapa pekan sebelum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Gerindra, sang Ketua Umum Prabowo melakukan pertemuan penting dengan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Keduanya sempat tiga kali beranjangsana.

Dikutip dari media asing, Asia Times, Senin (16/4), yang menulis dalam dua pertemuan pertama Luhut mengatakan kepada Prabowo soal lawan di Pilpres mendatang. Dikatakan Luhut ke Prabowo, "lebih baik bersaing dengan lawan yang sudah dikenal, ketimbang yang belum diketahui sama sekali."

Lalu, dalam pertemuan ketiga di sebuah jamuan makan siang di restoran Jepang, pada 6 April lalu, Luhut kembali mendorong peluang untuk menduetkan Jokowi dan Prabowo.

Luhut disebut kehilangan selera ketika Prabowo menyatakan bersedia mempertimbangkan tawaran itu jika diberi jatah delapan kursi menteri, termasuk pos menteri pertahanan. Belum diketahui apakah yang dimaksud Prabowo menginginkan posisi wakil presiden, atau kader Gerindra menjadi menteri pertahanan.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)