logo rilis
Gerakan Penggulingan OSO adalah Makar
Kontributor
Kurniati
17 Januari 2018, 13:32 WIB
berita
Ketua Umum DPP Hanura, Oesman Sapta Odang. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Adanya gerakan yang dilakukan sekelompok orang untuk menggulingkan Oesman Sapta Odang (OSO) dari Ketua umum Partai Hanura adalah makar. 

"Makar yang dilakukan sekelompok itu merupakan gerakan inkonstitusional," tegas Ketua DPP Partai Hanura Bidang Komunikasi Publik, Sri Mulyono, dalam siaran persnya kepada wartawan, Rabu (17/1/2018).

Menurutnya, gerakan itu kecil dan sama sekali tidak berpengaruh terhadap keberlangsungan kepemimpinan OSO maupun Partai Hanura secara keseluruhan.

"Adanya gerakan makar ini Hanura akan semakin cepat bergerak menyambut Pemilu 2019. Karena anasir-anasir buruk yang mengganggu kinerja Hanura sudah terlihat dan sebentar lagi hilang diganti dengan darah segar yang kompeten, loyal dan siap bekerja membesarkan partai," ungkap Sri Mulyono.

Sri Mulyono beranggapan, Sumber Daya Manusia (SDM) baru yang kompeten dan berkualitas serta siap bekerja sangat dibutuhkan oleh partai Hanura untuk menjadi partai unggul yang akan disinergikan dengan prinsip 5 S oleh OSO.

Hal ini juga, lanjutnya, sesuai dengan statemen Wiranto yang menyebutkan Hanura bukan partai dinasti tapi partai modern berdasarkan Meritokrasi.

Mulyono menyebutkan, menangani gerakan makar itu dengan cara persuasif yakni dengan mengajak dialog untuk kemudian insyaf dan kembali bergabung menjadi satu barisan atau cara kedua yakni harus dipadamkan secepatnya. "Tentunya kami berharap cara persuasif itu yang berjalan," jelasnya.

Saat ini, tambah Sri, 80 persen DPD dan DPC Partai Hanura sudah bersama kembali dengan OSO.

"DPD dan DPC sudah menyadari gerakan makar ini dan lebih dari 80 persen sudah berdiri bersama Ketua umum Oesman Sapta," pungkasnya.

Tags
#Hanura
#OSO
#Makar
#Wiranto
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)