Home » Fokus

Geng Anas di Hanura

print this page Selasa, 17/10/2017 | 18:06

FOTO: Biro Pers Presiden. ILUSTRASI: Akbar Pathur

MANTAN Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, sebelum meringkuk di penjara karena terlibat dalam kasus korupsi Hambalang, sempat membangun organisasi Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI). Organisasi ini menghimpun bermacam-macam aktivis sosial dan politik. Di antaranya terdapat ‘loyalis’ Anas yang membantunya memenangkan kursi ketua umum pada Kongres kedua Partai Demokrat di Bandung tahun 2008.

Di antara kolega terdekat Anas baik di Demokrat maupun di PPI adalah I Gede Pasek Suardika. Setelah keluar/dikeluarkan dari Demokrat, Pasek memang tidak berpartai. Dia memilih bertarung di pemilihan anggota Dewan Perwakilan Daerah dapil Bali, tempat kelahirannya. Pasek memperoleh 132.887 suara. Dia pun kembali melenggang ke Senayan. 

Tak kerasan tanpa partai, Pasek memilih bergabung dengan Partai Hanura. Dalam beberapa kesempatan, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang bahkan sering mengakui, Gede Pasek-lah orang yang pertama kali mendorong dirinya untuk ‘mengambil alih’ Partai Hanura dari Wiranto. Pasek pun mendapat posisi cukup mentereng, wakil ketua umum di kepengurusan DPP Hanura.

Saat dihubingi rilis.id, Pasek mengaku dirinya beserta beberapa aktivis PPI memilih bergabung dengan Hanura karena pertimbangan visi partai. Apalagi menurut Pasek, OSO juga dekat dengan Anas Urbaningrum. “Dengan adanya komunikasi intensif antara OSO dan AU, sehingga semua teman-teman (PPI) merasa nyaman dalam satu rumpun perjuangan," ujar Pasek, Kamis (3/8/2017).

Walaupun begitu, Pasek membantah bergabungnya aktivis PPI sebagai keputusan Anas. "Enggak ada (arahan AU). (Kami) masuk sebagai pribadi yang memang tertarik dalam politik," tegasnya. Dia yakin, melalui Hanura dirinya bisa menyalurkan talenta dan cita-cita politik.

Sementara itu, seorang sumber rilis.id di jajaran DPP Hanura bercerita, awalnya Anas berharap Gede Pasek bisa memegang jabatan sekretaris jenderal (Sekjen) di bawah OSO. Namun Pasek memilih tidak mengambil posisi itu. “Alasannya, tidak elok lantaran Pasek belum panjang berkarier (politik) di Hanura,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya itu.

Dia juga menjelaskan, karena pengalaman organisasi yang matang, loyalis Anas juga memiliki posisi penting di Hanura. “Gerbong (loyalis) Anas ini berperan sebagai think-tank, yang lain jadi eksekutor,” ungkapnya. Banyak tokoh PPI yang bergabung dengan Hanura memang diketahui telah berkiprah baik di organisasi kepemudaan maupun partai politik.

Sementara Gede Pasek yakin Hanura bakal menjadi partai besar. ”Dengan semakin bertambahnya figur utama, akan semakin menambah energi politik Hanura," katanya. Selain itu, banyak anggota DPD yang memiliki basis konstituen yang besar di daerah juga telah bergabung. “Hanura hari ini adalah jawaban untuk politik Indonesia di masa depan,” pungkas Pasek.

 

Simak fokus lainnya tentang RAPIMNAS I PARTAI HANURA:

LAPORAN 1: Gairah Baru Partai Hanura
LAPORAN 2: Kejar Tayang Capres
LAPORAN 3: Geng Anas di Hanura  
LAPORAN 4: Parlemen Pindah Kamar
LAPORAN 5: Tambah 40 Kursi

Penulis Armidis Fahmi
Editor Danial Iskandar

Tags:

fokuspartai hanurarapimnas hanuragede pasekanas urbaningrum