logo rilis
Generasi Muda Punya Banyak Cara untuk Jaga Budaya Maritim Indonesia
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
03 Desember 2020, 17:00 WIB
Generasi Muda Punya Banyak Cara untuk Jaga Budaya Maritim Indonesia
Anggota Komisi I DPR RI, Hillary Brigitta Lasut. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta — Budaya maritim di Indonesia yang merupakan negara kepulauan harus terus dijaga dan dirawat oleh semua anak bangsa, terutama generasi muda sebagai penerus masa depan bangsa. 

Di era digitalisasi ini, generasi muda dinilai punya banyak cara untuk menjaga, merawat dan mengeksplorasi kekayaan laut di Indonesia, termasuk untuk kepentingan ekonomi maupun pariwisata. 

Demikian benang merah diskusi webinar yang digelar Ditjen IKP Kemkominfo RI dengan tema "Peran Generasi Muda dalam Menjaga Kedaulatan Maritim Indonesia" melalui aplikasi Zoom, Kamis (3/12/2020). 

Hadir dalam diskusi tersebut anggota Komisi I DPR RI Hillary Brigitta Lasut, Staf Ahli Menteri Kominfo, Henri Subiakto, dan Wakil Ketua Umum PP GP Ansor, Haerul Amri. 

"Memang ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga budaya maritim. Kita sebagai anak muda bisa mencari cara, mencari inovasi untuk menjaga maritim," kata Hillary. 

Hillary menyebut, sejumlah cara untuk menjaga budaya maritim itu bisa dilakukan dengan hal yang sederhana oleh generasi muda. Misalnya, kata dia, dengan menjadi travel influencer hingga membentuk kelompok solidaritas menjaga kebersihan pantai dan laut. 

"Apalagi di era digital ini bisa kita lakukan semuanya dengan gadget.  Kita bisa berkontribusi menjaga budaya maritim dengan melakukan kegiatan yang sederhana," ujarnya. 

Hillary mengungkapkan, pemerintah saat ini tengah serius menjadikan maritim sebagai masa depan bangsa. Menurutnya, tujuan dari menjadikan Indonesia sebagai poros maritim itu adalah untuk menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

"Memang secara geografis Indonesia merupakan negara kelautan. Hal ini membuka kemungkinan kepada hampir semua golongan masyarakat, semua daerah dapat benar-benar ikut terlibat dalam aktivitas menjaga kedaulatan maritim Indonesia," ungkap politisi Partai NasDem tersebut. 

"Sebagai generasi muda, kita tidak harus menjadi anggota TNI Angkatan Laut untuk bisa terlibat dalam menjaga maritim kita. Lewat gadget saja kita bisa terlibat menjaga budaya maritim ini. Misalnya tadi menjadi influencer dan lainnya. Dan memang sudah seharusnya generasi muda terlibat dalam menjaga laut kita. Perairan Indonesia juga harus dijaga dengan baik," lanjutnya. 

Senada dengan Hillary, Staf Ahli Menteri Kominfo, Prof Henri Subiakto, juga menyampaikan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga dan melestarikan budaya maritim. 

"Generasi muda perlu memperkuat budaya maritim. Generasi muda adalah pilar penting dalam menjaga maritim. Kalau mereka tidak perhatian terhadap maritim, maka budaya maritim bisa ketinggalan," kata Henri. 

Dia menjelaskan, Indonesia memiliki laut dengan luas 5,8 juta kilometer persegi dan 17 ribu pulau. Adapun garis pantai panjangnya 95.181 kilometer sehingga sektor maritim sangat strategis bagi Indonesia. 

"Kalau kita mau melacak, banyak sekali kerajaan-kerajaan letaknya di pesisir pantai. Ini menunjukkan bahwa keberadaan mereka menguasai laut. Mereka punya armada, menguasai maritim, melakukan perdagangan dari laut," ujar Henri. 

"Artinya memang sejak dulu laut menjadi sarana bagi nenek moyang kita untuk menjelajah dan melakukan aktivitas ekonomi. Laut tidak memisahkan, tapi justru mendekatkan," sambungnya. 

Dia menilai, budaya maritim dengan melintasi laut menjadi budaya yang egaliter dan menciptakan kesetaraan. Sehingga, menurutnya, kultur egaliter muncul dari wilayah-wilayah maritim.

"Indonesia memiliki artefak yang membanggakan tentang sejarah maritim. Di Borobudur itu banyak sekali relief-relief yang menggambarkan bangsa Indonesia sebagai negara maritim dari zaman dulu," katanya. 

Henri melanjutkan, Presiden Joko Widodo telah menegaskan cita-citanya untuk kembali ke laut dan menjadi negara poros maritim dunia. Bahkan, menurutnya, hal itu dijadikan visi misi Jokowi dalam memimpin bangsa. 

"Ke depan presiden minta jangan memunggungi lautan. Tapi kita harus rebut laut di masa depan. Maka konektivitas antarpulau itu dikembangkan sedemikian rupa. Nah generasi muda harus tahu dan mendukung cita-cita maritim ini," ucap Henri. 

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PP GP Ansor, Haerul Amri, mengajak seluruh masyarakat untuk bersyukur dengan kekayaan laut yang dimiliki Indonesia. Salah satu caranya, kata dia, dengan menjaga kelestarian ekosistem dan kebersihan laut. 

"Kebanyakan dari kita lupa bersyukur. Kita mau memanfaatkan laut tapi tidak mau merawatnya," kata Haerul. 

Dia menilai, keindahan alam laut Indonesia kini telah menjadi daya tarik wisatawan dari berbagai negara untuk berkunjung. Hal itu, menurutnya, juga terbantu dengan adanya media sosial di era digital ini. 

"Kita bersyukur dengan dunia medsos, beberapa tahun terakhir keindahan laut bisa tereksplor," ujarnya. 

Meski begitu, kata Haerul, pemerintah perlu terus membangun infrastruktur yang baik di sejumlah wilayah laut yang kini tengah menjadi primadona wisatawan. Ia mencontohkan Raja Ampat di Papua dan juga Pulau Kei yang ada di Maluku. 

Untuk menjaga budaya maritim, lanjut Haerul, generasi muda harus diajak dan dilibatkan. Karena, menurutnya, mereka memiliki berbagai ide kreatif kekinian dalam menjaga dan merawat budaya maritim tersebut. 

"Kita sudah punya Barisan Ansor Maritim untuk turut menjaga laut kita," tandasnya. 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID