logo rilis
Generasi Milenial Lirik Pertanian lewat Animasi
Kontributor
Kurniati
09 Mei 2018, 09:29 WIB
Generasi Milenial Lirik Pertanian lewat Animasi
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Generasi Milenial dari Program Diploma IPB unjuk gigi dalam karya nyata yang mengangkat tema pertanian Indonesia. 

Bekerja sama dengan Kementerian Pertanian yang dimotori oleh Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP)-Balitbangtan, para mahasiswa dari jurusan Manajemen Informasi ini membuat tayangan animasi dengan beragam topik. 

Beberapa topik yang sangat akrab dengan program strategis Kementan yaitu potensi lahan sub optimal (lahan kering dan lahan rawa), beternak ayam KUB untuk program #Bekerja, merebut kejayaan bawang putih dan rempah Indonesia, kejayaan rempah Indonesia, pertanian perkotaan mendukung KRPL, profesi di bidang pertanian serta pengelolaan air dan sumberdaya lahan pertanian.

Prosesnya pun terbilang cukup singkat. Yaitu, mahasiswa memperoleh saran dan masukan terkait substansi dari para peneliti dan penyuluh BBP2TP. 

Meski tak pernah bertatap muka dalam diskusi, proses bimbingan dan komunikasi berjalan sangat efektif melalui grup media sosial WhatsApp.  

“Anak informatika ternyata jago juga bicara pertanian,” kata Nurul, peserta Program Diploma IPB.

Tak mengherankan, karena mereka adalah Generasi Y yang sangat akrab dan bahkan tak bisa lepas dari beragam gadget dan koneksi internet. 

Maka, proses finalisasi animasi hanya berlangsung selama 2 minggu saja. 

Para mahasiswa ini sangat cepat merespon feedback untuk menyempurnakan tayangan animasinya. 

Dalam acara puncak Tahrib Ramadan yang digelar Badan Litbang Pertanian di Cimanggu, Bogor, 200an mahasiswa bersama pelajar siswa-siswi sekolah dasar dan menengah berseragam Pramuka menikmati tayangan animasi di Agrosinema, sebuah sinema berkelas premium milik Balitbangtan, Selasa (9/5/2018).

Hadir pula Ketua Dharma Wanita Persatuan Balitbangtan, istri Kepala Balitbangtan, Luluk  Syakir yang memberi apresiasi dan juga menyemangati generasi milenial ini untuk terus berkarya. 

“Sebagai generasi penerus, harus menunjukkan kemampuan untuk bisa eksis di bidang keahlian kalian, teruslah berkarya,” ujarnya memotivasi.  

Pada kesempatan tersebut Luluk juga memberikan piagam penghargaan pada perwakilan 103 Mahasiswa Informatika atas kontribusi mereka dalam menghasilkan karya animasi  dengan topik pertanian. 

Di lokasi terpisah, Kepala BBP2TP, Haris Syahbuddin, mengapresiasi atas kerja sama yang terjalin antara BBP2TP dan IPB. 

“Kerjasama ini sangat bermanfaat, simbiosisnya mutualisme,” ungkapnya via pesan WhatsApp. 

Menurutnya, dari kerjasama ini, mahasiswa mendapatkan pembelajaran lapangan yang real terkait dengan liku-liku penyebaran teknologi, adopsi teknologi hingga feedback terhadap teknologi tersebut, hingga terciptalah aliran inovasi-reinovasi. 

Mahasiswa juga dapat mempelajari orientasi dan program strategis Kementan dan Balitbangtan saat ini, baik jangka menengah dan ke depannya. 

Menyikapi mentoring oleh para peneliti dan penyuluh BBP2TP, Haris Syahbuddin menyatakan, melalui pembelajaran ini, para peneliti, pengkaji dan penyuluh Balitbangtan mendapat kesempatan menggali, mempelajari dan menggunakan keunggulan IT dalam mendukung kegiatan diseminasi. 

“Kegiatan penyebaran informasi teknologi dapat dilakukan dengan teknik penyampaian pesan secara singkat melalui jaringan online, infografis, dan lain-lain,” tegasnya.

Tayangan animasi ini berencana akan disebarkan ke sekolah-sekolah dalam rangka pengenalan inovasi pertanian kepada para pelajar.

Sementara itu, Direktur Program Studi IPB, Bagus P. Purwanto, berharap kerja sama ini dapat menjadi jembatan yang akan mempermudah dalam diseminasi teknologi atau hasil penelitian Balitangtan untuk diterapkan di masyarakat. 

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk pendidikan vokasi dual system dimana user dan dunia pendidikan tinggi bersinergi dalam kegiatan akademik. 

Lebih lanjut, Bagus menyatakan, inisiasi kerja sama ini seolah menjadi jawaban atas misi Program Diploma IPB yang akan bertransformasi menjadi Sekolah Vokasi IPB (Sekolah VIP Bogor) dengan pendidikan D3 sistem 3-2-1. Artinya, 3 semester di kampus, 2 semester di industri atau user dan 1 semester pilihan. 

Dengan program 321 ini diharapkan kebutuhan kompetensi yang diharapkan user akan sesuai dengan pendidikan D3 IPB. 

Sumber: Vyta


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)