logo rilis

Gemuruh Letusan Merapi Cukup Keras, Begini Reaksi Warga
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
01 Juni 2018, 10:23 WIB
Gemuruh Letusan Merapi Cukup Keras, Begini Reaksi Warga
Kondisi Merapi tanggal 24/5/2018. FOTO: Twitter/@BPPTKG

RILIS.ID, Yogyakarta— Suara gemuruh letusan Gunung Merapi yang ada di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, cukup keras terdengar oleh warga yang ada di sekitar. Kerasnya suara gemuruh yang disertai getaran dari Merapi itu membuat warga di lereng gunung tersebut langsung lari keluar rumah.

"Kami langsung lari ke luar rumah, karena suara dan getarannya yang cukup keras," kata Rony Arya, salah satu warga di Kecamatan Turi, Sleman, Jumat (1/6/2018).

Tak hanya Rony, Romula Triatun Handayani, warga Selomartani, Kalasan, Sleman juga mengaku mendengar suara gemuruh dan getaran yang cukup keras. Menurutnya, suara dan getaran dari letusan gunung merapi itu cukup jauh terasa.

"Padahal jarak rumah kami dengan Gunung Merapi lebih dari 15 kilometer, tetapi suara gemuruh dan getaran terasa sampai di sini," ujarnya.

Ia menuturkan, saat itu sedang melakukan aktivitas rumah seperti biasanya, tiba-tiba terdengar suara gemuruh yang cukup keras.

"Saya pastikan kalau itu suara Merapi, saya langsung ke luar rumah dan melihat ke utara ternyata benar terlihat kepulan asap pekat seperti wedhus gembel dari puncak Merapi. Cuaca kebetulan agak cerah sehingga sangat terlihat," tuturnya.

Sedangkan Dedy Kristanto warga Donoharjo, Ngaglik, Sleman mengaku sempat panik saat mendengar suara gemuruh yang cukup keras dari arah Gunung Merapi.

"Saya langsung membawa dua anak saya berlari keluar rumah, dan benar dari puncak Merapi terlihat kepulan asap tebal dan pekat," ungkapnya.

Sebelumnya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi merilis telah terjadi erupsi Gunung Merapi, di Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 1 Juni 2018 pukul 08:20 WIB dengan tinggi kolom abu teramati 6.000 meter di atas puncak, 8.968 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 77 milimeter dan durasi 2 menit.

Saat ini, Gunung Merapi berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi di antaranya kegiatan pendakian Gunung Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

Sumber: Antara


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)