logo rilis
Gempa di Selat Sunda, Begini Penjelasan BMKG
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
26 Agustus 2020, 09:35 WIB
Gempa di Selat Sunda, Begini Penjelasan BMKG
Ilustrasi: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— Gempa tektonik magnitudo 5,2 terjadi pada Rabu (26/8/2020) pukul 06.27 WIB di wilayah Selat Sunda. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa memiliki parameter terbaru magnitudo 5,1.

Menurut Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, gempa bumi magnitudo 5,1 yang terjadi di Selat Sunda akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia.

"Hal tersebut diketahui setelah memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya. Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal," kata Rahmat dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/8/2020). 

Dia mengatakan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan sesar naik atau thrust fault.

Akibat gempa tersebut, guncangan dirasakan di daerah Labuan IV Modified Mercalli Intensity (MMI). Guncangan juga dirasakan warga hingga di Pandeglang II MMI.

Hingga saat ini, kata dia, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Namun, hasil pemodelan menunjukkan gempa tidak berpotensi tsunami.

Sebelumnya gempa tektonik magnitudo 5,2 terjadi pada Rabu (26/8) 2020 pukul 06.27 WIB di wilayah Selat Sunda. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa memiliki parameter terbaru magnitudo magnitudo 5,1.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 6,75 lintang selatan (LS) dan 104,56 bujur timur (BT) atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 141 kilometer arah Selatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Lampung di kedalaman 43 kilometer.

Hingga pukul 06.54 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kemudian warga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah," demikian Rahmat Triyono.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID