logo rilis
Gempa Bumi 7,7 SR di Donggala, TNI Kirim 2 Pesawat Hercules
Kontributor

29 September 2018, 09:15 WIB
Gempa Bumi 7,7 SR di Donggala, TNI Kirim 2 Pesawat Hercules
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— Penanganan pascagempa bumi berkekuatan 7,7 skala richter yang mengguncang Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018) pukul 17.02 WIB terus dilakukan.

Salah satunya, Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang akan mengerahkan pasukan untuk membantu penanganan dampak gempa dan tsunami di Kota Palu dan Doggala.

"TNI menggerakan 7 SSK dari Yonkes, Yonzipur, Yonif dan Yonzikon menggunakan 2 pesawat Hercules C-130, Basarnas akan menggerakan 30 personil beserta peralatan menggunakan pesawat Hercules. Polri juga akan menggerakkan personil dan peralatan untuk memberikan dukungan penanganan darurat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, melalui siaran persnya yang diterima di Jakarta, Sabtu (29/9/2018).

Sutopo mengatakan, gempa bumi dengan kekuatan magnitude 7,7 skala richter yang kemudian dimutakhirkan oleh BMKG menjadi magnitudo 7,4 SR telah mengguncang wilayah Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah pada 28/9/2018 pukul 17.02 WIB.

Pusat gempa pada 10 kilometer pada 27 kilometer Timur Laut Donggala, Sulawesi Tengah.

Gempa bumi tersebut bahkan menyebabkan tsunami dan menerjang Pantai Talise di Kota Palu dan Pantai di Donggala.

Sutopo juga membenarkan beredarnya beberapa video yang didokumentasikan masyarakat dan disebarkan di sosial media mengenai tsunami di Kota Palu dan Donggala.

"Gempa tsunami menimbulkan korban jiwa. Laporan sementara, terdapat beberapa korban yang meninggal karena tertimpa bangunan roboh. Tsunami juga menerjang beberapa permukiman dan bangunan yang ada di pantai. Jumlah korban dan dampaknya masih dalam pendataan," jelas Sutopo.
 
Petugas BPBD, TNI, Polri, Basarnas, SKPD dan relawan juga sedang melakukan evakuasi dan pertolongan pada korban. Korban yang luka-luka ditangani oleh petugas kesehatan. Penanganan darurat terus dilakukan.
 
Kondisi listrik padam menyebabkan jaringan komunikasi di Donggala dan sekitarnya tidak dapat beroperasi karena pasokan listrik PLN putus.

Terdapat 276 base station yang tidak dapat dapat digunakan. Operator komunikasi terus berusaha memulihkan pasokan listrik secara darurat.

Kemkominfo telah melakukan langkah-langkah penanganan untuk memulihkan komunikasi yang putus tersebut.
 
Kepala BNPB bersama pejabat BNPB juga telah berangkat ke Palu pada Jumat (28/9/2018) malam melalui Makassar, kemudian melanjutkan ke Kota Palu dan Donggala menggunakan helikopter.

Bandar Udara Mutiara Sis Al Jufri Palu sementara ditutup dari Jumat, pukul 19.26 WITA hingga Sabtu pukul 19.20 WITA.

Sementara itu, Tim Reaksi Cepat BNPB juga telah bergerak menuju Donggala melalui Balikpapan. Dari Balikpapan,

Tim Reaksi Cepat BNPB terbang ke Donggala menggunakan helikopter water bombing yang ada di Balikpapan.

Tim ini juga telah membawa peralatan komunikasi satelit dan peralatan lainnya.

Komunikasi yang lumpuh saat ini menyebabkan kesulitan untuk koordinasi dan pelaporan dengan daerah. Kondisi listrik padam juga menyebabkan gelap gulita di Palu dan Donggala.

"Gempa susulan masih terus berlangsung," pungkas Sutopo Purwo Nugroho.
 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID