logo rilis

Geledah Rumah Bupati Bekasi, KPK Temukan Uang Rp100 Juta
Kontributor
Tari Oktaviani
18 Oktober 2018, 17:58 WIB
Geledah Rumah Bupati Bekasi, KPK Temukan Uang Rp100 Juta
Gedung KPK. FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan uang ratusan juta rupiah dari rumah Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dalam penggeledahan yang dilakukan kemarin, Rabu (17/10) kemarin. Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, uang tersebut telah disita penyidik guna kepentingan barang bukti.

"Terkait dengan penggeledahan di rumah Bupati Bekasi, KPK menemukan uang rupiah dan Yuan dalam jumlah lebih dari Rp100 juta," ujarnya, di Jakarta, Kamis (18/10/2018).

Sementara itu, hari ini, tim KPK masih terus melakukan penggeledahan ke beberapa lokasi terkait kasus dugaan suap proyek Meikarta di Kabupaten Bekasi. Salah satunya yang juga digeledah ialah hotel Antero Cikarang.

"Sejak siang ini dilakukan penggeledahan di hotel Antero Cikarang terkait dengan PT. MSU," ungkapnya.

PT Mahkota Sentosa Utama (MSU) merupakan perusahaan yang juga mengerjakan Meikarta. Febri mengatakan pihaknya menduga akan ada banyak bukti berupa dokumen terkait proyek Meikarta disana.

Sebelumnya, rumah CEO Lippo Group, James Riady ikut digeledah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penyidik, ujar Febri ingin mencari dokumen terkait dan barang bukti lainnya terkait kasus dugaan suap pengurusan perizinan proyek pembangunan Central Business District (CBD) Meikarta, di Cikarang, Kabupaten Bekasi. 

Tak hanya itu saja, tim KPK juga bergerak menggeledah lokasi lainnya diantaranya Apartemen Trivium Terrace Lippo Cikarang, kantor Dinas PUPR, kantor Dinas LH dan kantor Dinas Damkar Bekasi.

Dalam kasus dugaan suap izin proyek pembangunan Meikarta ini, sedikitnya lembaga antirasuah menetapkan sembilan tersangka, dua di antaranya Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro. 

Neneng Hasanah dan anak buahnya diduga menerima suap Rp7 miliar dari Billy Sindoro. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan sebesar Rp13 miliar terkait proses perizinan Meikarta, proyek prestisius milik Lippo Group. 

Sementara itu tujuh orang lainnya yang ditetapkan sebagai tersangka adalah pegawai Lippo Group Henry Jasmen, dua konsultan Lippo Group yaitu Taryudi dan Fitra Djaja Purnama.

Kemudian Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi Sahat M Nohor, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Bekasi Kabupaten Dewi Tisnawati, serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi Neneng Rahmi.

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)