logo rilis
Gelar Rakor bersama Bulog, Kementan Evaluasi Program Sergap
Kontributor
Elvi R
09 Mei 2018, 16:14 WIB
Gelar Rakor bersama Bulog, Kementan Evaluasi Program Sergap
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, bersama Dirut Bulog Budi Waseso dan Aster Kasad Mayjend Supartodi. FOTO: Humas Kementan

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman hari ini melakukan rapat koordinasi bersama Badan Urusan Logistik (Bulog), Komjen Purn Polisi, Budi Waseso. Turut hadir dalam rapat tersebut Kasad TNI, yang diwakili Aster Kasad Mayjend Supartodi.

Amran mengatakan, Kementan berencana melakukan evaluasi program Serap Gabah Petani dan Pengadaan 1.000 Unit Dryer, di 8 Sentra Produksi Gabah Nasional.

Andi Amran Sulaiman, dalam paparannya, menekankan pentingnya komitmen dan sinergitas antarlembaga seperti, Kementerian Pertanian, sebagai regulator dan bertanggung jawab pada sisih produksi dan Bulog sebagai operator yang harus mengambil peran dan tanggung jawab bersama.

"Demi Merah Putih, kita duduk bersama di sini, seluruh jajaran pimpinan kementerian dan Unit Pelaksana Teknis dilapangan BPTP, hadir memenuhi undangan Kabulog," ujar Amran, di Jakarta, Rabu (9/5/2018).

"Ini bertujuan agar konsolidasi dapat tercapai mulai dari bawah," imbuh Amran.

Amran menyebut, berbagai asumsi sudah dijalankan untuk menyukseskan program Sergab, namun hingga hari ini persoalan yang dihadapi belum tuntas.

"Pekan ini kita, merasa ada hal baru, laporan angka serapan dalam pekan pertama penugasan Kabulog baru, serapan naik hingga 22 ribun ton per hari, ini luar biasa, walau data hari ini dari lapangan turun menjadi 17 ribu ton, kami yakin dengan kepeminpinan Kabulog baru, pasti semua berubah, dan sinergitas akan terlaksana hingga target serap gabah, sesuai arahan Bapak Presiden di Rakortas, 2,2 juta ton, beras dapat tercapai," jelasnya.

Hal ini juga akan berlaku pada ketersediaan stok pangan untuk bulan Ramadan dan Idul Fitri. Berdasarkan laporan Bulog, sampai saat ini dalam keadaan aman. Stablitas harga mendapat apresiasi terbaik dalam 10 tahun terakhir.

"Dan tahun ini kita berharap harus lebih baik dari tahun lalu, tidak ada alasan untuk tidak lebih baik, demi merah putih, mari kita bangun kerja sama yang saling mendukung," ujar Amran.

Dia juga menunjukkan, beberapa indikator yang digunakan sebagai analisa pasar yang abnormal, seperti stok Bulog dan suplay ke Pasar Induk Cipinang. Seharusnya, bila keduanya terpenuhi, maka akan terjadi penurunan harga beras. Saat ini berdasarkan data stok Bulog ada 1 juta ton dan pasokan ke Pasar Induk Beras Cipinang lebih 40 ribu ton.

"Namun faktanya harga tidak signifikan turun, berarti ada yang salah dan harus diperbaiki," ungkap Amran.

Aster Kasad, Mayjen. TNI, Supartodi, dalam paparannya menyampaikan, beberapa hal yang berkaitan dengan komitmen Sergab petani, serta swasembada pangan, yang berdasarkan pada perintah panglima tertinggi, MOU di Pangkalan Bun, antara Kementerian Pertanian dengan TNI, dan  Panglima TNI, menugaskan TNI AD, sebaga mitra, untuk pencapaian Swasembada Pangan.

"Kami optimis Bulog dibawah nakhoda Pak Buwas, akan lebih baik," katanya.


500
komentar (0)