Home » Elektoral

Gejolak Internal Golkar Tak Pengaruhi Pencapresan Jokowi, kok Bisa?

print this page Jumat, 11/8/2017 | 22:10

Presiden Joko Widodo. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta– Kasus dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk elektronik alias e-KTP yang 'melilit' Ketua Umum DPP Golkar, Setya Novanto, diyakini takkan berpengaruh signifikan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 'pesta demokrasi' 2019.

"Jokowi itu memang secara performa sudah kuat, meskipun ada gejolak di internal partai yang mendukung," ujar peneliti Center for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes, kepada rilis.id melalui sambungan telepon di Jakarta, Jumat (11/8/2017).

Terlebih, jika bercermin dengan sokongan partai politik pada Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2014 silam, di mana Jokowi-Jusuf Kalla mengantongi dukungan sebesar 40,38 persen, sebagaimana hasil Pemilu Legislatif (Pileg).

Adapun yang mendukung ialah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hanura, serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

"Apalagi, partai yang sekarang telah mendeklarasikan dukungan ada PPP (Partai Persatuan Pembangunan), Hanura, dan nanti PDIP. Nah, jadi kondisi di Golkar sekarang itu tidak banyak memberikan efek pada Jokowi," bebernya.

Menurut jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut, partai beringin juga sedang berupaya meminimalisir gejolak internal. "Golkar relatif bisa mengisolasir isu ini," tutup Arya.

Semenjak Setnov disebut-sebut terlibat dalam kasus dugaan korupsi e-KTP, Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG), Ahmad Doli Kurnia, gencar mendorong pergantian pucuk pimpinan.

Manuver mantan Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) itu kian tajam, menyusul penetapan tersangka Setnov yang juga Ketua DPR RI pada perkara yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun tersebut.

Belakangan, Doli mendeklarasikan Gerakan Golkar Bersih sebagai upaya mempertegas partainya tetap konsisten kontra korupsi, sehingga tak terciprat opini negatif atas kasus yang melilit Setnov.

Bahkan, mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu telah merilis 17 kader elite Golkar yang mendukung gerakan yang diusungnya. Yakni, Yorrys Raweyai, Nusron Wahid, Kahar Muzakir, Letjen (Purn) Lodewijk Freidrich Paulus, Airlangga Hartarto, Ibnu Munzir, Indra Bambang Utoyo, Agus Gumiwang Kartasasmita, Zainudin Amali, Eni M. Saragih, Bambang Soesatyo, Andi Sinulingga, Gatot Sudjito, M. Sarmuji, TB Ace Hasan Syadzily, Ichsan Firdaus, dan Ridwan Hisjam.

Di sisi lain, pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Golkar tahun 2016 dan 2017, telah diputuskan secara resmi, bila salah satu partai tertua tersebut mendukung pencapresan Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang.

Penulis Fatah H Sidik
Editor Sukarjito

Tags:

JokowiGolkarPilpres 2019

loading...