logo rilis

Gegara Terorisme, Risma Usul Sanksi Siswa Nilai PPKN Nol
Kontributor

17 Mei 2018, 13:02 WIB
Gegara Terorisme, Risma Usul Sanksi Siswa Nilai PPKN Nol
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. FOTO: RILIS.ID/Ainul Ghurri

RILIS.ID, Surabaya— Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, mengusulkan, siswa tak boleh naik kelas atau lulus sekolah, bila nilai pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) nol.

"Dua kali berturut-turut (nilainya nol), ya, dikeluarkan saja," ujarnya di Surabaya, Kamis (17/5/2018). Usul dilontarkan, lantaran salah seorang anak pelaku bom bunuh diri di GKI Jalan Diponegoro, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5), nilai PPKN-nya nol.

Anak tersebut, merupakan salah satu putri dari pelaku bom bunuh diri, Dita Oepriarto dan Puji Kuswati, warga Wonorejo, Rungkut, Surabaya. Keduanya memiliki empat anak, Yusuf Fadhil (18), Firman Halim (16), Fadhila Sari (12), dan Famela Rizqita.

Satu keluarga ini mati, karena bom bunuh diri di tiga tempat ibadah. Dita meledakkan bom di GPPS Jalan Arjuno, Yusuf dan Firman di Gereja Katolik Ngagel, serta Puji bersama Fadhila dan Famela melakukan bom bunuh diri di GKI Jalan Diponegoro.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengklaim, mendapatkan informasi tersebut langsung dari gurunya, pengajar di salah satu SD swasta favorit di Kota Pahlawan. Bahkan, anak itu sempat menyatakan ingin mati sahid ke guru dan teman-teman sekolahnya.

PPKN, menurut Risma, juga mengajarkan nilai-nilai sopan santun, toleransi, dan gotong-royong, selain Pancasila. Hal tersebut menjadi alasan lainnya mendorong siswa tak naik kelas saat nilai PPKN nol.

Dia menambahkan, telah disampaikan usulannya ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, saat berkunjung ke Balai Kota Surabaya, Senin (14/5). Sayangnya, pembantu Presiden itu kurang meresponsnya.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)