logo rilis
Gegara Satu Terinfeksi Corona, Puluhan Polisi di Hong Kong Dikarantina
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
21 Februari 2020, 13:00 WIB
Gegara Satu Terinfeksi Corona, Puluhan Polisi di Hong Kong Dikarantina
Ilustrasi pasien corona. FOTO: Antara

RILIS.ID, Hong Kong— Satu polisi Hong Kong dipastikan tertular virus corona baru atau COVID-19. Hal itu disampaikan otoritas pada Jumat (21/2/2020). Kasus polisi itu adalah yang pertama di kota pusat keuangan Asia tersebut yang dites positif terinfeksi virus corona.

Sementara itu, puluhan polisi sedang dikarantina di tengah kekhawatiran bahwa virus itu menjalar di kalangan personel kepolisian.

Polisi yang tertular itu berusia 48 tahun. Ia sebelumnya menghadiri jamuan makan bersama 59 polisi lainnya di daerah barat kota tersebut pada 18 Februari.

Semua orang yang menghadiri jamuan tersebut saat ini sedang dikarantina, demikian dinyatakan Kepolisian Hong Kong di halaman akun resminya di Facebook.

"Kepolisian sangat prihatin atas insiden itu dan sedang bekerja sama dengan erat bersama Departemen Kesehatan," bunyi pernyataan itu.

Sejauh ini, di Hong Kong dipastikan ada 69 kasus infeksi dan dua orang meninggal akibat virus.

Kasus virus baru-baru ini antara lain terkait dengan seorang petugas restoran cepat saji dan satu sopir taksi, yang keduanya terpapar banyak orang, kata pihak berwenang.

Parlemen setempat pada Jumat diperkirakan membahas paket bantuan 30 miliar dolar Hong Kong (sekitar Rp412 miliar) untuk membantu kalangan usaha kecil dan menengah serta Otoritas Rumah Sakit, yang sedang berjuang mengatasi wabah.

Lebih dari 100 warga Hong Kong yang merupakan penumpang Diamond Princess, kapal pesiar yang dilanda virus di Jepang, diperkirakan akan kembali ke Hong Kong dengan penerbangan sewaan pemerintah pada Jumat malam atau Sabtu (22/2/2020). Gelombang pertama berisi 106 penumpang sudah tiba di wilayah China itu pada Kamis.

Pihak berwenang mengatakan sebanyak 66 dari 364 warga Hong Kong di kapal itu terinfeksi virus corona tersebut, SARS-CoV-2. Mereka akan tetap berada di Jepang bersama 41 warga negara-negara lain yang pernah melakukan kontak dengan mereka.

Sumber: Reuters

Sumber: Antara




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID