logo rilis
Gawat! Usia Produktif Indonesia Terancam Narkoba
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
21 Maret 2018, 06:48 WIB
Gawat! Usia Produktif Indonesia Terancam Narkoba
Anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP Arteria Dahlan. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan menilai, posisi Badan Narkotika Nasional (BNN) perlu diperkuat. Maka itu, diperlukan revisi atas Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Masih banyak hal yang perlu dibenahi dari sisi sumber daya manusia. Namun, kemampuan dan integritas Bea Cukai dan BNN tidak perlu diragukan meski dengan anggaran terbatas," kata Arteria, kemarin.

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, masyarakat perlu tahu bahwa kejahatan narkoba harus disikapi secara serius. Apalagi, Indonesia ini menjadi salah satu pasar peredaran narkoba.

"Sebanyak 3,3 juta sampai lebih dari lima juta penduduk Indonesia mengonsumsi narkoba. Perkiraan kerugian ekonomi dari narkoba adalah Rp74,4 triliun," tuturnya.

Pemakai narkoba di Indonesia kebanyakan adalah usia produktif, yaitu 10 tahun hingga 59 tahun. Yang paling banyak justru pada usia yang sangat produktif, 24-30 tahun.

"Bayangkan, bila tidak terkena narkoba. Bonus demografi kita akan menjadi kekuatan dalam menandingi masyarakat Amerika Serikat, Uni Eropa dan China," katanya.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)