logo rilis

Gawat! Menkeu Sebut Virus Corona Sebabkan Pesimisme Perekonomian
Kontributor
Elvi R
28 Januari 2020, 14:30 WIB
Gawat! Menkeu Sebut Virus Corona Sebabkan Pesimisme Perekonomian
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan adanya virus corona yang sedang mewabah di beberapa negara menimbulkan pesimisme pada perekonomian terutama untuk Cina.

“Pada 2020 ada optimisme namun hanya dalam seminggu itu berbalik. Kemudian virus Corona ini menimbulkan pesimisme yang menggulung ekonomi pada Januari ini,” katanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Sri Mulyani mengatakan sebenarnya 2020 berpotensi menjadi tahun pemulihan setelah pada 2019 terdapat banyak momentum yang memberatkan seperti perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina serta Brexit.

“Semua outlook menggambarkan dunia mengalami recovery pada 2020 dari sisi pertumbuhan maupun dari trade nya karena pada Desember 2019 terjadi pengumuman Cina dan AS masuk agreement termin pertama itu menimbulkan positif,” katanya.

Di sisi lain, ia menyatakan sikap optimis akan terjadinya pemulihan perekonomian global itu berbanding terbalik ketika virus Corona menyerang sehingga menimbulkan pesimisme bagi para pelaku pasar.

Tak hanya itu, ia menuturkan seharusnya pada Januari terdapat momentum tahun baru Cina sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi melalui konsumsi domestik di negara tersebut, namun tiba-tiba virus Corona mewabah.

“Biasanya Chinese new year dianggap salah satu momentum Cina bisa meningkatkan pertumbuhan ekonominya melalui faktor domestik yaitu konsumsi mereka,” ujarnya.

Sri Mulyani melanjutkan, mewabahnya virus Corona tersebut menyebabkan tidak terealisasinya seluruh potensi perekonomian Cina melalui konsumsi domestik pada momentum tahun baru imlek.

“Adanya virus Corona terjadi policy lock down sehingga potensi perekonomian China dari faktor domestik tidak terealisasi. Kehilangan momentum dan bahkan liburnya diperpanjang sampai early Februari,” katanya.

Menurutnya, hal tersebut menggambarkan bahwa ketidakpastian dan risiko di global terjadi sangat cepat dan tidak dapat diprediksikan waktunya sehingga semua negara harus terus waspada.

“Risiko itu bisa unpredictable dan very volatile jadi semua negara wajib selalu mewaspadai. Dan siapkan instrumen kebijakan dalam hadapi satu sisi keinginan untuk terus tumbuh," katanya.

Selain itu, Sri Mulyani mengatakan semua negara juga perlu menyiapkan instrumen kebijakan yang baik untuk menjaga stabilitas perekonomian di tengah terjadinya berbagai risiko yang datang tiba-tiba.

“Siapkan instrumen kebijakan tapi enggak bisa buta terhadap environment karena sekarang unpredictable dan volatile nya sangat tinggi dan enggak terbaca,” katanya.

Sumber: ANTARA




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID