logo rilis
Gatot Tantang KSAD Nobar G30S/PKI, TNI AD: Itu Enggak Wajib! 
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
21 September 2018, 23:03 WIB
Gatot Tantang KSAD Nobar G30S/PKI, TNI AD: Itu Enggak Wajib! 
Ilustrasi: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— TNI Angkatan Darat merespons pernyataan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang menantang Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Mulyono untuk menggelar nonton bareng film G30S/PKI. 

Kepala Dinas Penerangan (Kadispenad) TNI AD, Brigadir Jenderal Chandra Wijaya, menegaskan, nonton bareng film G30S/PKI bukan merupakan kegiatan yang wajib dilakukan kepada masyarakat. 

"Nobar bukan menjadi keharusan dan satu-satunya cara untuk edukasi kepada khalayak," kata Chandra kepada rilis.id, Jumat (21/9/2018). 

Chandra menilai, mengingatkan bahaya laten komunisme kepada masyarakat tidak harus melalui nonton bareng. Apalagi, menurutnya, masyarakat juga bisa mengakses film tersebut dan menontonnya sendiri-sendiri. 

"Film tersebut sebenarnya dapat disaksikan kapan saja, oleh siapa saja dan di mana saja," ujarnya. 

"Peristiwa G30S/PKI, ungkap Chandra, memang merupakan sejarah kelam bangsa Indonesia. Sehingga, semua elemen bangsa juga tidak ingin melupakan bahayanya ancaman PKI yang harus terus diwaspadai.

"Tap MPRS XXV/1966 masih berlaku, yaitu tentang pembubaran PKI dan melarang penyebarluasan ajaran Komunisme, Marxisme-Leninisme," ungkapnya. 

Menurut Chandra, bangsa Indonesia selama ini juga terus memperingati sejarah kelam peristiwa G30S/PKI itu dengan peringatan upacara Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober.

Sebelumnya, Gatot Nurmantyo menantang Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan KSAD Jenderal Mulyono untuk menggelar nonton bareng film G30S/PKI.

Bahkan,Gatot meminta Mulyono untuk melepas jabatannya bila tak berani memerintahkan prajuritnya untuk menggelar nobar film tersebut. 

"Kalau KSAD tidak berani memerintahkan nonton bareng film G-30S/PKI, bagaimana mau memimpin prajurit pemberani dan jagoan-jagoan seperti Kostrad, Kopassus, dan semua prajurit TNI AD. Kok KSAD-nya penakut. Ya sudah pantas lepas pangkat," tegas Gatot melalui akun Twitter-nya @Nurmantyo_Gatot.

Editor: Sukma Alam




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID