logo rilis

Garam Impor Masuk Tanah Air, DPR Temukan Fenomena Ini
Kontributor

26 Maret 2018, 23:54 WIB
Garam Impor Masuk Tanah Air, DPR Temukan Fenomena Ini
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Viva Yoga Mauladi berharap, pemerintah melakukan stabilisasi harga garam di pasaran. Hal tersebut diungkapkannya, usai menerima perwakilan dari Aliansi Masyarakat Petambak Garam Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, di ruang rapat Komisi IV DPR RI Senayan, Jakarta, Senin (26/3/2018).

“Hari ini, kami kedatangan saudara-saudara kita dari Aliansi Masyarakat Petambak Garam dari Kabupaten Sumenep. Mereka mengeluhkan jatuhnya harga garam di pasaran akibat masuknya garam impor sebanyak 70 ribu ton,” ujar Yoga dilansir dari laman resmi DPR.

Padahal, lanjut Yoga, garam impor itu merupakan garam industri, bukan garam rumahan yang bisa dijual di pasaran. Atas aduan tersebut, Yoga berjanji akan menyampaikan permasalahan tersebut ke pemerintah. Sekaligus, meminta pemerintah untuk melakukan stabilisasi harga garam di tengah importisasi garam.

“Jangan sampai, harga garam dalam negeri benar-benar jatuh akibat adanya impor garam industri. Karena mereka (petani tambak garam), sudah bekerja dengan keras dan menunggu lama agar bisa memanen garam. Namun setelah panen, harga garam malah anjlok,” paparnya.

Ditambahkan politisi Fraksi PAN ini, sesuai Undang-Undang (UU) No. 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan Dan Petambak Garam, di mana negara dalam hal ini pemerintah, wajib memberikan perlindungan kepada petani tambak garam. Pasalnya, garam impor untuk industri itu dari jumlah, jenis, dan mutu standarnya harus sesuai dengan kebutuhan industri, bukan masuk dalam pasar rumah tangga.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)