logo rilis

Gara-gara Salam Dua Jari, Anies Baswedan Terancam Dibui
Kontributor
Ning Triasih
09 Januari 2019, 15:02 WIB
Gara-gara Salam Dua Jari, Anies Baswedan Terancam Dibui
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendadak tersandung kasus yang mengancam dirinya masuk penjara. Bukan karena korupsi melainkan salam 'dua jari'.

Ya, gara-gara mengacungkan dua jari saat menghadiri Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul, Jawa Barat pada 17 Desember 2018 lalu, Anies dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) atas dugaan kampanye terselubung. Pelapor adalah Garda Nasional untuk Rakyat (GNR).

Dalam acara tersebut, ia mengacungkan ibu jari dan jari telunjuk, sebagaimana simbol pasangan Capres Cawapres calon nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Anies Baswedan dituding menyalahgunakan jabatan sebagai kepala daerah untuk mengampanyekan salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden peserta Pemilu 2019.

Anies kemudian dipanggil Bawaslu Bogor untuk diperiksa. Namun, pemeriksaan dilakukan di Bawaslu RI, Jakarta Pusat pada Senin (7/1/2019) untuk memudahkan.

 

 

Menurut Pasal 281 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, kepala daerah dilarang menggunakan fasilitas jabatannya untuk berkampanye.

Sementara Ayat 2 pasal yang sama menyebutkan, kepala daerah yang hendak berkampanye harus mengambil cuti jika dilakukan pada hari kerja.

Pasal 547 Undang-Undang Pemilu juga menyebutkan, pejabat negara mengambil keputusan atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu peserta pemilu selama masa kampanye.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)