logo rilis
Gara-gara Ini, Atlet Terancam Enggak Bisa 'Nembak'
Kontributor
Elvi R
11 April 2018, 18:49 WIB
Gara-gara Ini, Atlet Terancam Enggak Bisa 'Nembak'
Atlet Paragames bertemu Menpora Imam Nahrawi. FOTO: Humas Kemenpora

RILIS.ID, Jakarta— Panitia Penyelenggara Asian Para Games 2018 (INAPGOC) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) belum menyepakati penggunaan Lapangan Tembak di komplek Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, sebagai arena cabang olahraga menembak, bagi atlet penyandang disabilitas.

"Kami sudah melakukan kajian tentang arena menembak jika harus dipindah ke luar Jakarta. Ternyata, Instruksi Presiden tentang Asian Para Games hanya menyebut penyelengggaraan berada di Jakarta sehingga tidak mungkin kami pindahkan ke Jakabaring, Palembang," kata Ketua INAPGOC Raja Sapta Oktohari selepas pembukaan Pertemuan Komandan-Komandan Kontingen Negara Asian Para Games di Jakarta, Rabu (11/4/2018).

Okto mengaku, sempat mempertimbangkan pemindahan arena cabang menambak Asian Para Games di kompek olahraga Jakabaring, Palembang serta lapangan menembak di Cilodong, Depok. Menyusul lapangan menembak GBK Senayan tidak mempunyai akses ke lantai dua bagi atlet-atlet para games.

"Kami akan berkirim surat kembali kepada Direktur Jenderal Cipta Karya Sri Hartoyo untuk mencari solusi bagi arena menembak agar cabang itu tetap digelar dalam Asian Para Games," kata Okto yang juga menjadi Ketua Umum Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) itu.

Okto mengaku, masih berharap renovasi lapangan menembak di komplek GBK Senayan sebagai arena dalam Asian Para Games ketiga menyusul perbedaan perlakuan atlet-atlet Asian Para Games dengan Asian Games.

"Jika harus pindah ke Jakabaring, konsekuensinya banyak karena menembak akan menjadi satu-satunya cabang olahraga Asian Para Games di Palembang. Anggaran pasti akan membengkak untuk transportasi dan akomodasi," ujar Okto.

Okto juga menghindari pilihan untuk menghapus cabang olahraga menembak dalam Asian Para Games 2018 karena atlet-atlet para games Indonesi pada cabang menembak telah memenuhi kualifikasi Asian Para Games setelah mengikuti Kejuaraan Dunia Para Menembak 2018.

Sementara, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Sri Hartoyo mengatakan, pertimbangan renovasi lapangan menembak di komplek GBK Senayan adalah kesulitan dan waktu pekerjaan yang harus dilakukan oleh kementeriannya.

"Jika harus renovasi, harus ada administrasi terkait pelelangan pekerjaan kira-kira 1,5 bulan. Pekerjaan dilakukan dalam waktu tiga bulan. Total pekerjaan tidak cukup dalam lima bulan," ujar Sri Hartoyo.

Kementerian PUPR, lanjut Hartoyo, menyarankan, pemindahan arena cabang menembak Asian Para Games baik di Jakabaring, Palembang ataupun di Cilodong, Depok.

"Kami belum dapat menjanjikan renovasi lapangan menembak di GBK terkait lingkup pekerjaan dan waktu yang tersedia," kata Hartoyo.

Sumber: ANTARA




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID