logo rilis
GAPKI Sebut Uni Eropa Bisa Bertindak Seperti Amerika pada Ekspor Indonesia
Kontributor
Intan Nirmala Sari
08 April 2018, 17:03 WIB
GAPKI Sebut Uni Eropa Bisa Bertindak Seperti Amerika pada Ekspor Indonesia
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), mengharapkan kelancaran ekspor biodiesel ke pasar Eropa, setelah Uni Eropa (UE) menghapus pengenaan bea masuk anti dumping atas produk biodiesel dari Indonesia.

"Prospeknya terlihat, kita bisa memulai ekspor kembali ke Eropa," kata Sekretaris Jenderal GAPKI Togar Sitanggang dalam pernyataannya di Jakarta, Sabtu (7/4/2018).

Togar mengakui, keputusan itu memudahkan pelaku usaha untuk bisa melakukan ekspor biodiesel tanpa adanya pengenaan tarif impor anti dumping terhadap produk Indonesia. Meski demikian, ia menyadari persoalan belum sepenuhnya selesai, karena tekanan terhadap sawit Indonesia dan produk turunannya masih dirasakan di Eropa.

Menurut Togar, hal itu menimbulkan kekhawatiran baru karena potensi UE meniru langkah Amerikan Serikat (AS) untuk menghambat masuknya biodiesel asal Indonesia, sangat besar.

Sejak 2017, AS menggunakan tuduhan subsidi untuk mengenakan bea masuk anti dumping atas produk biodesel dari Indonesia. Dengan adanya tuduhan itu, harga biodiesel Indonesia dianggap lebih murah untuk pasar ekspor dibandingkan harga untuk dalam negeri.

"Kita khawatir Eropa juga akan menuduhkan hal yang sama, karena pada dasarnya, barangnya sama," ungkapnya.

Untuk menjaga agar tuduhan itu tidak dialamatkan secara terus menerus kepada produk biodiesel asal Indonesia, maka perlu ada perubahan regulasi mengenai pemberlakuan CPO supporting fund.

"Biodiesel itu perlu dukungan pemerintah. Amerika memberikan subsidi, begitu juga Eropa. Negara dunia ketiga tidak memberikan subsidi untuk biodiesel," jelas Togar.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia sempat memenangkan gugatan tingkat banding di Mahkamah UE, terkait tuduhan pengenaan bea masuk anti dumping untuk produk biodiesel. Melalui keputusan ini, maka UE menghapus pengenaan tarif impor anti dumping yang dikenakan atas produk biodiesel asal Indonesia sebesar 8,8-23,3 persen.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)