logo rilis
Ganti Nama, Audisi Umum Bulutangkis Tetap Berjalan
Kontributor
Nailin In Saroh
12 September 2019, 18:30 WIB
Ganti Nama, Audisi Umum Bulutangkis Tetap Berjalan
Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019. FOTO: Instagram resmi PB Djarum @pbdjarumofficial

RILIS.ID, Jakarta— Audisi umum bulutangkis PB Djarum, akhirnya dipastikan tetap berjalan. Hanya saja, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) beserta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) sepakat mengganti nama beasiswa tersebut.

Keputusan ini diharapkan dapat mengakhiri polemik terkait penyelenggaraan audisi umum yang dinilai mengandung eksploitasi anak, karena mencantumkan merek, brand image rokok.

"Ada beberapa hal yang telah disepakati secara bersama-sama, semoga ini jadi catatan penting dan harapan bagi kami, bahwa para pihak yang beberapa waktu hari terakhir berpolemik masalah audisi bukutangkis Djarum yaitu KPAI dan Djarum Foundation, telah mengadakan pertemuan yang saya pimpin bertujuan untuk mencari solusi agar audisi bulutangkis tetap berkesinambungan dengan sejumlah catatan penting dan sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Menpora Imam Nahrawi dalam pertemuan dengan PB Djarum, KPAI, dan PBSI di Kantor Kemenpora, Senayan, Kamis (12/9/2019). 

Imam memaparkan, kedua alasan utama adanya kesinambungan audisi ini adalah dengan mempertimbangan adanya ketersediaan atlet bulutangkis usia muda, yang secara selektif dan berjenjang berkontribusi dalam bulutangkis nasional.

"Karena cabang olahraga bulutangkis masih menjadi salah satu cabang olahraga penyumbang utama perolehan medali olahraga internasional, termasuk Olimpiade. Atas dasar poin nomor satu dan dua di atas maka disepakati hal sebagai berikut," jelasnya.

Dalam kesepakatan itu, Imam mengatakan, PB Djarum sepakat mengubah nama yang semula bernama 'Audisi Umum Beasiswa PB Djarum 2019' menjadi 'Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis' tanpa menggunakan logo, merek dan brand image Djarum.

KPAI, juga sepakat mencabut surat permintaan penghentian audisi yang dikeluarkan pada tanggal 29 Juli. Selanjutnya Kemenpora, KPAI, dan PBSI akan memberikan kesempatan ke PB Djarum untuk melakukan konsolidasi internal.

"Untuk KPAI, KPAI sepakat untuk mencabut surat KPAI tanggal 29 Juli 2019 tentang permintaan pemberhentiaan audisi Djarum, jadi sama-sama ada jalan keluar terbaik," ungkap Imam.

Terakhir, dikatakan Imam, Kemenpora, KPAI, dan PBSI sepakat memberikan kesempatan kepada PB Djarum untuk konsolidasi secara internal, guna melanjutkan audisi di tahun 2020 dan seterusnya dengan mengacu kepada kesepakatan yang telah diambil oleh pertemuan hari ini tanggal 12 September 2019 bertepat di kantor Kemenpora.

"Empat poin itu yang kami sepakati dengan demikian selesailah polemik tentang audisi umum untuk tahun 2019 ini dan semoga 2020 nanti PB Djarum secara internal bisa melanjutkan audisi umum 2020 dan tahun seterusnya. Kesepakatan yang telah sama-sama kami ambil tadi semoga mengakhiri polemik, kekhawatiran, kecemasan atlet-atlet muda, orang tua secara keseluruhan, tentang masa depan tentang bulutangkis Indonesia," pungkas Imam.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID